EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN LBP (LOW BACK PAIN) DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56- 65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%). Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).