2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berkepanjangan dapat
menyebabkan eritema, kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Daun ubi
jalar ungu (Ipomoea batatas L.) banyak mengandung saponin, flavonoid,
polifenol, tanin dan antioksidan. Oleh karena itu dapat digunakan sebagai bahan
aktif dalam pembuatan body lotion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai SPF ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas
L.) secara spektrofotometri ultraviolet-tampak. Ukur absorbansi di bawah sinar
UV-B dengan panjang gelombang 290-320 nm pada interval 5 nm. Nilai SPF
ditentukan berdasarkan persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai SPF body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu adalah 0,34%,
0,37% dan 0,40% yaitu 5,39 (perlindungan sedang); 6,43 (perlindungan sedang);
uji SPSS 6,76 (perlindungan sedang); perlindungan), mengandung tiga formula
body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi ungu semuanya memiliki tingkat
perlindungan aktivitas tabir surya sedang.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya
peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn)
mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas
antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper
betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik
sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep
menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol
negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik
sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya
sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat
ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm
dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi
2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori
kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan
mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar
dan viskositas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan
pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck)
dan herba Pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) mengandung senyawa yang berpotensi
sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi
sediaan body lotion kombinasi kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba
pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) sebagai antioksidan. Sediaan body lotion dibuat
dengan mevariasikan setil alkohol yaitu pada F1 (2g), F2 (4g), dan F3 (8g) dengan
perbandingan konsentrasi ekstrak 2:1 (4g:2g). Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji
organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas mutu fisik. Pengujian aktivitas
antioksidan dilakukan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji menunjukkan
nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah lemon sebesar 48,951 μg/mL (sangat kuat), herba
pegagan sebesar 56,435 μg/mL (kuat), kombinasi ekstrak sebesar 46,499 μg/mL (sangat
kuat). Sedangkan nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan pada sediaan F1 sebesar 54,959
μg/mL (kuat), F2 sebesar 54,604 μg/mL (kuat), F3 sebesar 54,006 μg/mL (kuat). Vitamin
C sebesar 5,288 μg/mL (sangat kuat). Formulasi body lotion F3 terpilih karena nilai IC50
lebih baik dibanding formula lainnya dan stabil secara mutu fisik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang
tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat
memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji
memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang
mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan
body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir
surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak
daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga
formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas
antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya
sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%)
yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk
dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada
FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas,
daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah
dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung
tidak stabil selama peyimpanan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat
herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai
senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta
obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas
antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol
96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi
etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39
ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi
mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada
fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm.
Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering
mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih.
Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi
kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah,
serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber
Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di
ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil
ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji
fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit
dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan
konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji
organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji
antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode
cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu
4
oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24
jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan permasalahan fisik yang banyak
dialami pada masa remaja. Salah satu penyebab jerawat karena adanya
aktivitas bakteri Propionibacterium acne (P.acnes). Pengobatan jerawat
menggunakan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan
iritasi dan resistensi pada kulit wajah. sehingga dibutuhkan alternatif
lain berasal dari bahan alam. Kulit buah pisang Ambon Musa
acuminata Colla (Group AAA)) tumbuhan berkhasiat sebagai
antibakteri pada penelitian ini digunakan bagian kulit buah pisang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan gel facial
wash yang mengandung ekstrak kulit buah pisang Ambon dengan
variasi konsentrasi ekstrak 3%, 6%, dan 9%. Selanjutnya dibuat
formulasi dengan zona hambat terbaik. Dilakukan evaluasi mutu fisik
sediaan gel facial wash meliputi uji organoleptik, uji homogentias, uji
pH, uji daya busa, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas sediaan
.Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit
buah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap
Propionibacterium acne yang paling besar. Nilai zona hambat ekstrak
etanol 96% kulit buah pisang ambon 3%, 6%, dan 9% berturut – turut
6,13 mm ; 11,42 mm; dan 14,22 mm. Sediaan gel facial wash
konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki
zona hambat sebesar 15,24 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin
besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar nilai daerah zona hambat
yang terbentuk.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.