Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Sitaresmi Yuningtyas

55 karya publik ditemukan.

2026: 52025: 82024: 12023: 222022: 132021: 6

PROFIL METABOLIT SEKUNDER MINYAK ATSIRI DAUN JINTEN (Coleus amboinicus Lour.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%), Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α- Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361 mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang). Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).

PROFIL METABOLIT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) CAIR DAN SERBUK

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY (Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl- persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm, vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90 ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045 ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu, kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul dibandingkan kombucha daun salam serbuk.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Annona muricata L.) CAIR DAN SERBUK

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari. Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %. Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin, steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85 (mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha daun sirsak serbuk.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEPAYA (Carica papaya L.), UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.), SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids, saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm (strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.), RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN KOMBINASINYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rimpang lengkuas dan rimpang kencur adalah bagian dari tanaman yang dibudidayakan, dapat digunakan sebagai obat dan mengandung senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak tunggal rimpang lengkuas dan kencur, serta kombinasi keduanya. Rimpang lengkuas dan kencur masing- masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis metabolit sekundernya. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan kombinasinya dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan 1,1-difenil- 2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang lengkuas dan rimpang kencur mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal lengkuas dan kencur termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,84 ppm dan 23,69 ppm. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas dan kencur dengan perbandingan (1:1), (1:2), dan (2:1) berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 158,19 ppm (kategori sedang), 44,72 ppm (kategori sangat kuat), dan 89,81 ppm (kategori kuat).Vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 1,98 ppm. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi lengkuas dan kencur tidak memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOMBUCHA SARI BUAH APEL MANALAGI (Malus sylvestris (L.) Mill.), SARI APEL TERFERMENTASI DAN KOMBINASINYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi adalah apel manalagi (Malus sylvestris (L.) Mill.) Salah satu contoh produk pangan fungsional yang dikembangkan oleh beberapa industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk kesehatan kombucha dan cuka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, nilai pH, total asam, uji hedonik, dan uji organoleptik dari kombucha sari apel manalagi, sari apel terfermentasi dan kombinasinya. Perbandingan antara apel dan air adalah 1:1 dimana perlakuan diblender dan dipotong - potong dipanaskan kemudian inkubasi pada suhu 60οC selama 15 menit, ditambahkan starter pada sari apel sebanyak 4 % dan gula masing - masing 10 % kemudian difermentasi selama 8 hari dan dikombinasi. Proses fermentasi dilanjut hingga ke 12 hari. Pada uji fitokimia mengandung fenol, flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan dari kombucha sari buah apel manalagi (Malus sylvestris L.) Mill.), sari apel terfermentasi dan kombinasinya mempunyai nilai IC50 F1 sebesar 1,46 %, F2 sebesar 2,73 %, dan F3 sebesar 1,24 %. Berdasarkan sumber FDA nilai pH pada kombucha berkisar antara 2,5 – 4,2 sehingga semua formula pada hari ke 12 telah memenuhi standar. Total asam tertitrasi pada hari ke 12 yaitu F1 sebesar 1,97 %, F2 sebesar 0,84 % dan F3 sebesar 1,63 %. Berdasarkan uji hedonik Formula 3 yaitu kombinasi kombucha sari buah apel manalagi, sari apel terfermentasi (1:1) adalah formula yang paling disukai panelis.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK PURUT DAN DAUN JAMBU BIJI SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji (Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.

POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.

PERBANDINGAN POTENSI ANTIFUNGI DARI PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP Malassezia furfur DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

kondisi Indonesia dengan letak geografis sebagai negara yang beriklim tropis yang mempunyai suhu dan kelembaban cukup tinggi memudahkan fungi untuk berkembang biak sehingga infeksi oleh fungi mudah terjadi, salah satunya adalah Malassezia furfur penyebab penyakit panu. Salah satu tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai antifungi adalah bawang putih (Allium sativum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan potensi antifungi dari perasan bawang putih terhadap Malassezia furfur dengan menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Perasan bawang putih diuji fitokimia dan uji antifungi. Pengujian antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Perasan bawang putih mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Aktivitas antifungi perasan bawang putih terhadap fungi Malassezia furfur pada konsentrasi 40%-80% (%v/v) dengan metode difusi cakram memiliki diameter zona hambat berkisar 14,45 mm (Kuat) -22,03 mm (Sangat kuat) sedangkan dengan metode difusi sumuran berkisar 23,50 mm (Sangat kuat) -31,15 mm (Sangat kuat). Oleh karena itu, aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur dengan metode difusi sumuran memiliki nilai yang lebih besar daripada metode difusi cakram.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAN PERASAN LENGKUAS MERAH (Alpinia galangal L. Swartz) TERHADAP Malassezia furfur DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki tingkat suhu dan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat menjadi pemicu tumbuhnya fungi Malassezia furfur penyebab penyakit infeksi fungi seperti Tinea versicolor atau biasa disebut panu. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai antifungi adalah lengkuas merah (Alpinia galangal L. Swartz). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antifungi ekstrak etanol 96% lengkuas merah dan perasan lengkuas merah terhadap Malassezia furfur menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Ekstrak etanol dan perasan lengkuas merah yang digunakan adalah 20%, 40%, dan 60% lalu sampel tersebut diuji komponen fitokimia dan uji aktivitas antifungi. Ekstrak etanol 96% dan perasan lengkuas mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi sumuran yaitu 14,08 mm, 17,42 mm, dan 19 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi cakram yaitu 8,08 mm, 10,83 mm, dan 14,25 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi sumuran yaitu 0 mm, 5,58 mm, dan 7,5 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi cakram yaitu seluruhnya 0 mm. Nilai diameter zona hambat ekstrak etanol lengkuas merah lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dibandingkan perasan lengkuas merah sehingga ekstrak etanol lengkuas merah lebih berpotensi sebagai antifungi. Berdasarkan perbandingan dua metode pengujian antifungi, metode difusi sumuran memiliki nilai zona hambat yang lebih besar.

AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn) TERHADAP Candida albicans DAN Pityrosporum ovale

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya (Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn) dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96% daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale.