2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl
disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml
meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul
faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat
antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang
ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl
sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl
serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien
tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang
digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl
dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl
purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl
tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel
Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di
usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah
Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%).
Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl
sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam
mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal
ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi
antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan
dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu
pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait
obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan
antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik
di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional.
Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan
kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku
penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari
jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian
dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori
cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian
besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value
0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan
signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan
antibiotik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang
optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan
penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan
mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien
rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional
(non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil
secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan
kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam
Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total
sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil
penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata-
rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%,
pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling
banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi
diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan
0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada
hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih
dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi
penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat
lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug
Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian
ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis
secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total
sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%),
kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%).
Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak
(13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan
yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik,
antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%),
probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%),
probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink,
probiotik, antibiotik (100%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan
tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi
Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara
kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling
sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien
(54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan
berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang
terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute
pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan
(87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens
masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III
B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%),
Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan
manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus
yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.
Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi
bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data
sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil
penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien
penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder
dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang
dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini
diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82
pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51
pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan
data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang
(35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54
pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime
sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan
dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82
sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang
menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli.
Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan
antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan
sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan
mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien
bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember
2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif
dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel
sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi :
umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki
– laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%).
Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20
pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat
dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi,
berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh
pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi sebagai langkah awal untuk
membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat
pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 pada
masyarakat di Kecamatan Cibinong. Desain penelitian ini adalah prosfektif non
eksperimental. Bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur
berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku
pencegahan Covid-19. Dilakukan pada 100 orang sampel yang didapat dari
populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan tingkat pengetahuan Covid-19 sebagian besar berkategori cukup yaitu
sebanyak 69% dan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 sebagian besar
berkategori baik sebanyak 65%. Dari hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,007
(<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat
menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih
sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai
10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat
inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat
deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data
dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut
di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien
yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien
(58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat
badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta
terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik
yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%).
Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk
kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0
sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%),
Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien
(2,41%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian
serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon
Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada
bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari
penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki
45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun
(Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak
43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%).
Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase
lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis
pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat
pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan
antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien
(89%) BTA positif 7 pasien (11%).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan
dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2
di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental
selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah
53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi
sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes
Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas
hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status
pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup
(p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat
perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada
monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada
kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden
(26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik
sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10
responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik
sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan
nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup
lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas
hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien,
gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran
penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan
hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross
sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari
SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode
total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38
pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi
tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan
yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC
VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan
JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika,
uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara
kesesuaian dengan keberhasilan terapi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan
atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan
ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak
di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88
pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman
Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS
2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki
57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan
paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37
resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan
tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%,
parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%,
ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan
kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian
obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan
kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Sebagian besar bakteri tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga
mengenai organ tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan
OAT KDT pada terapi tuberkulosis meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan
tepat lama pemberian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, berdasarkan
Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2020 dengan
sampel sebanyak 64 pasien. Hasil dari penelitian ini menurut sosiodemografi jenis
kelamin terbanyak adalah perempuan (57,8%), usia terbanyak terdapat pada kelompok
usia 17-25 tahun (remaja akhir) (35,9%), berat badan terbanyak yaitu pada berat badan
38-54 kg (62,5%). Profil penggunaan OAT KDT Kategori 1 fase intensif (100%) fase
lanjutan (68,75%). Evaluasi pengobatan tuberkulosis menunjukkan tepat indikasi
(100%); tepat obat fase intensif (92,2%) fase lanjutan (100%); tepat dosis fase intensif
(96,9%) fase lanjutan (93,7%); dan tepat lama pemberian fase intensif (67,2%) fase
lanjutan (60,9%).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga
masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun
pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari
infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya)
terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa
daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi
yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya
adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan
perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28
ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit
digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun
ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan
pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar
66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa
1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada
kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek
analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak
lebih baik dari infusa tunggalnya.