Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Fredy Arifta N

51 karya publik ditemukan.

2026: 52025: 92024: 22023: 152022: 122021: 8

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI POLI PARU RSUD PALABUHANRATU

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%). Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN KEBON PEDES SUKABUMI 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik.

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%), kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%). Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak (13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik, antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%), probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%), probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink, probiotik, antibiotik (100%).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien (54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan (87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%), Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI KLINIK UTAMA dr. YATI ZARNUDJI CIBINONG KABUPATEN BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini. Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82 pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang (35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54 pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82 sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember 2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi : umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki – laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%). Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20 pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI KECAMATAN CIBINONG TAHUN 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi, berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi sebagai langkah awal untuk membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Kecamatan Cibinong. Desain penelitian ini adalah prosfektif non eksperimental. Bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Dilakukan pada 100 orang sampel yang didapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan Covid-19 sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 69% dan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 sebagian besar berkategori baik sebanyak 65%. Dari hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,007 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun (Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak 43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%). Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien (89%) BTA positif 7 pasien (11%).

EVALUASI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPATKAN MONOTERAPI DAN KOMBINASI TERAPI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAWI BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup (p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden (26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10 responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.

EVALUASI PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien, gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38 pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian dengan keberhasilan terapi.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLI DOTS RSUD KOTA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan OAT KDT pada terapi tuberkulosis meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat lama pemberian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2020 dengan sampel sebanyak 64 pasien. Hasil dari penelitian ini menurut sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,8%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 17-25 tahun (remaja akhir) (35,9%), berat badan terbanyak yaitu pada berat badan 38-54 kg (62,5%). Profil penggunaan OAT KDT Kategori 1 fase intensif (100%) fase lanjutan (68,75%). Evaluasi pengobatan tuberkulosis menunjukkan tepat indikasi (100%); tepat obat fase intensif (92,2%) fase lanjutan (100%); tepat dosis fase intensif (96,9%) fase lanjutan (93,7%); dan tepat lama pemberian fase intensif (67,2%) fase lanjutan (60,9%).

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN RANTI (Solanum nigrum L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28 ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar 66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa 1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak lebih baik dari infusa tunggalnya.