BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Mutu pelayanan farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan kepuasan pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata masyarakat, serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar pelayanan profesi yang ditetapkan serta sesuai dengan kode etik profesi farmasi. Sisi mutu pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 55%, usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) 36%, Pendidikan terbanyak SMA 59%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta sebanyak 43%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan bukti langsung pelayanan (84,28%), keandalan pelayanan (84,42%), daya tanggap
pelayanan (87,87%), jaminan pelayanan (81,86%), dan empati pelayanan (88,92%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Mutu pelayanan resep adalah kesesuaian pelayanan resep dengan standar yang
berlaku untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui mutu pelayanan resep rawat jalan pasien BPJS di Instalasi
Farmasi RSUD R Syamsudin S.H berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Farmasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari Oktober-
Desember 2021 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan BPJS di
RSUD R Syamsudin S.H kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel dilakukan
secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanyak 386
lembar resep pasien rawat jalan BPJS yang masuk ke Depo Farmasi Rawat Jalan.
Analisis terhadap data sampel dilakukan dengan melihat waktu tunggu pelayanan
resep, baik resep non racikan maupun racikan serta kesesuaian penulisan resep
dengan formularium. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu
pelayanan resep dan persentase kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium
Nasional dengan menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator
waktu tunggu pelayanan resep non racikan memperoleh rata-rata waktu tunggu
21,57 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 30 menit) dan untuk indikator
waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh hasil rata-rata waktu tunggu
pelayanan sebesar 47,06 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 60 menit),
sedangkan untuk indikator kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium
Nasional memperoleh persentase kesesuaian sebesar 73% artinya hasil ini belum
memenuhi standar SPM, dimana standar SPM yang ditetapkan adalah 100%.