Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SILVI NURAFNI

67 karya publik ditemukan.

2026: 72025: 162024: 22023: 242022: 132021: 5

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREA) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Section caesarea adalah upaya mengeluarkan janin melalui pembedahan pada dinding abdomen dan uterus yang beresiko tinggi terjadinya infeksi. Infeksi luka operasi adalah kondisi yang dipicu oleh bakteri yang masuk saat atau setelah proses operasi. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan sebelum pasien memasuki ruang operasi yang bertujuan untuk mengurangi resiko infeksi yang berhubungan dengan komplikasi dan infeksi pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien section caesarea di Rumah Sakit PMI Bogor pada periode 2019-2021. Penelitian dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien bedah sesar periode 2019-2021. Analisis evaluasi antibiotik profilaksis bedah sesar menggunakan perhitungan ATC/DDD. Profil pasien bedah sesar di Rumah Sakit PMI Bogor periode 2019-2021 berdasarkan karakteristik umur terbanyak kategori dewasa awal (26-35 tahun) (56%). Indikasi medis terbanyak riwayat bedah sesar (27%) dan penggunaan antibiotik terbanyak adalah ceftriaxone (92,5%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis bedah sesar diketahui tepat pasien dan tepat waktu pemberian (100%), tepat dosis dan tepat obat (97,5%). Hasil evaluasi secara kuantitatif diperoleh data kuantitas antibiotik terbesar adalah ceftriaxone dengan total 22,35 DDD/100 patient days.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN OBAT TRAMADOL PADA REMAJA DI KABUPATEN SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tramadol adalah obat susunan syarat pusat yang memiliki khasiat analgetik sedang, tramadol sama efektifnya dengan morfin. Tramadol mempunyai efek halusinasi dan membuat ketergantungan. Ketergantungan dan penyalahgunaan Obat-obatan terlarang bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut adalah faktor lingkungan sekitar, sumber informasi yang didapat, pengetahuan dan teman sebaya. Penyalahgunaan obat-obatan seringkali dilakukan oleh remaja, karena masa-masa remaja dimana rasa kaingin tahuan untuk coba-coba sangatlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, sumber informasi dan teman sebaya dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada 53 responden pengguna tramadol di Kabupaten Sukabumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan faktor pengetahuan, teman sebaya dan sumber informasi terhadap perilaku penyalahgunaan tramadol pada remaja dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak memiliki pengetahuan baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (32%), memiliki teman sebaya yang kurang baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (38%) dan sumber informasi yang didapat dari non media dengan perilaku penyalahgunaan rendah (34%). Hasil uji statistik (Chi- Square) faktor pengetahuan nilai P Value = 0,51 > (0,05), faktor teman sebaya nilai P Value = 0,691 > (0,05), dan faktor sumber informasi nilai P Value = 0,747 > (0,05). Hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan, teman sebaya, dan sumber informasi dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi.

EVALUASI KESESUAIAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN SEBELUM DAN PADA WAKTU COVID-19 DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home (WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember 2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19 secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid- 19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19 dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN OBAT DISPEPSIA DI RSUD DEPOK TAHUN 2019

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dispepsia merupakan gangguan saluran pencernaan atas terutama dibagian epigastrium meliputi rasa mual atau muntah, perut kembung, sendawa dan perut terasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosiodemografi pasien dispepsia rawat inap RSUD Kota Depok serta membandingkan lama rawat inap pasien yang menggunakan obat dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional secara retrospektif melalui rekam medis pasien dispepsia periode Januari-Desember 2019. Terdapat 97 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data disajikan dalam bentuk diagram maupun grafik. Obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah PPI (24%). Obat Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah PPI + Antasida (21%). Obat tunggal yang digunakan berdasarkan lama rawat inap pasien dispepsia paling cepat adalah Antasida (3,3 hari) dan paling lama PPI (3,87 hari). Sedangkan obat kombinasi paling cepat adalah Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (3,5 hari) dan paling lama PPI + Prokinetik + Sitoprotektif (6 hari), PPI + Antasida + Prokinetik (6 hari), Antasida + Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (6 hari). Hasil perbandingan lama rawat inap pada pasien yang menggunakan obat dispepsia Januari-Desember 2019 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan P-Value 0,253 pada uji Kruskal-Wallis.

ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit yang menyebabkan peradangan akut parenkim pada paru-paru (PDPI, 2014), sehingga dibutuhkan terapi empiris yaitu agen antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatkan efek samping dan toksisitas, serta resistensi antibiotik terhadap bakteri. Metode Gyssens adalah salah satu indikator untuk menilai ketepatan pemakaian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap di RS Azra Bogor dengan menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien pneumonia paling banyak yaitu pasien laki-laki sebanyak 48 orang dengan persentase 62% dan pada usia lansia akhir sebanyak 27 orang dengan persentase 38%. Penggunaan antibiotik pasien pneumonia di RS Azra Bogor yang paling banyak yaitu antibiotik seftriakson dengan persentase 36%. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode gyssens menunjukkan kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang rasional sebanyak 37 peresepan dengan persentase 48%.

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) RAWAT JALAN DI APOTEK KIMIA FARMA RSUPN Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Potensi interaksi obat yaitu suatu kemungkinan interaksi yang terjadi ketika efek dari satu obat berubah karena penggunaan bersamaan dengan obat lain. Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak adalah salah satu faktor potensi interaksi obat. Pasien dengan penyakit Systemic Erythematosus Lupus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan jaringan dan sel oleh autoantibodi patogen dan kompleks imun, dimana selalu mendapatkan obat lebih dari satu sehingga berisiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien SLE rawat jalan di apotek Kimia Farma RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam medis pasien. Jumlah sampel yang diambil yaitu 291 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien SLE terdiri dari terapi utama dan terapi lain. Terapi utama yang digunakan pasien SLE di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta yaitu obat golongan kortikosteroid (15%); NSAID (3,1%) dan antibiotik (1,7%), sedangkan terapi lain yang digunakan yaitu kalsium karbonat (12,1%); vitamin B complex (0,3%), vitamin B6 (0,3%) kolkatriol (4,4%) calcium laktat (0,1%). Dari 291 pasien yang berpotensi interaksi obat, diketahui terjadi 217 pasien yang mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya diketahui 3,3% Major, 56% moderat, dan 40,5% Minor.

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP’S) PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS CIRIMEKAR CIBINONG

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak. Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%), indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink sebanyak 112 pasien (94,11%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal (Kemenkes, 2018). Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan pasien hipertensi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien yang dilakukan secara retrospektif pada periode November – Desember 2020. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 72%. Berdasarkan kelompok usia paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 34% yaitu pada masa lansia akhir. Mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 72%. Mayoritas pekerjaan pada IRT sebanyak 62%. Berdasarkan tingkat hipertensi paling banyak pada hipertensi stage 1 sebanyak 48,9%. Pola pengobatan pasien paling banyak menggunakan obat terapi tunggal sebanyak 96,3%. Golongan paling banyak pada Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipin sebanyak 90,4%, jenis obat paling banyak digunakan pada obat kombinasi captopril + amlodipin sebanyak 2,2%. Pada evaluasi tepat penggunaan obat, berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%) tepat dosis (84,4%) dan tepat frekuensi (98,1%).

HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU KOTA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar 47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24 responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan 0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai signifikansi 0,205.

EVALUASI KESESUAIAN PELAYANAN FARMASI KLINIK DI APOTEK KIMIA FARMA 335 SUKABUMI MENURUT PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021. Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing 100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari 90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%, Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.

OPTIMASI EMULGATOR TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN KRIM ANTI ACNE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domesticae Val) DAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus. Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80 dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span 80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48% dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram. Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik, karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK SARTIKA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Permenkes RI No.73 tahun 2016 penyimpanan sediaan obat disusun memakai sistem FEFO dan FIFO untuk meminimalkan kerusakan serta hilangnya jenis obat. Selain itu obat disusun berdasarkan alfabetis untuk memudahkan dalam pengawasan serta pencarian jenis obat ketika dalam distribusi obat ke pasien. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan pada obat, kadaluwarsa dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Sartika Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data secara prospektif pada bulan Maret 2021. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa sistem penyimpanan obat di Apotek Sartika berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, suhu dan alfabetis. Penyimpanan obat bebas mencapai persentase 98,6%, penyimpanan obat bebas terbatas mencapai 97,8% dan penyimpanan obat tradisional mencapai persentase 80% sehingga sudah sesuai dengan Permenkes No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.