BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma
seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020).
Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan
kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus
DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi
pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data
dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase
terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama
rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017
dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes
terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%)
pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat
yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value
> 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum
dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma
seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020).
Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan
kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus
DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi
pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data
dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase
terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama
rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017
dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes
terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%)
pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat
yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value
> 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum
dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui
menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang
lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan
menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana
COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat
diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus
oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS
Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan
berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan
usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak
pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan
penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien
COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari
dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata-
rata lama rawat inap 9,73 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dispepsia merupakan gangguan saluran pencernaan atas terutama dibagian
epigastrium meliputi rasa mual atau muntah, perut kembung, sendawa dan perut
terasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosiodemografi pasien
dispepsia rawat inap RSUD Kota Depok serta membandingkan lama rawat inap
pasien yang menggunakan obat dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional secara retrospektif melalui rekam medis pasien dispepsia
periode Januari-Desember 2019. Terdapat 97 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Data disajikan dalam bentuk diagram maupun grafik. Obat
tunggal yang paling banyak digunakan adalah PPI (24%). Obat Kombinasi yang
paling banyak digunakan adalah PPI + Antasida (21%). Obat tunggal yang
digunakan berdasarkan lama rawat inap pasien dispepsia paling cepat adalah
Antasida (3,3 hari) dan paling lama PPI (3,87 hari). Sedangkan obat kombinasi
paling cepat adalah Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (3,5 hari) dan paling
lama PPI + Prokinetik + Sitoprotektif (6 hari), PPI + Antasida + Prokinetik (6 hari),
Antasida + Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (6 hari). Hasil perbandingan
lama rawat inap pada pasien yang menggunakan obat dispepsia Januari-Desember
2019 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan
P-Value 0,253 pada uji Kruskal-Wallis.