Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Eem Masaenah

62 karya publik ditemukan.

2026: 142025: 142024: 32023: 162022: 72021: 8

FORMULASI SEDIAAN EYE SHADOW DALAM BENTUK COMPACT POWDER DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK MAHKOTA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis. Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8% (F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid, nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2 berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder. Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium Lappaceum L) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI PUTIH JANTAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis, dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak 5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.

FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar 16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai sedang.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

AKTIVITAS PENURUNAN KADAR KOLESTEROL EKSTRAK AIR DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) SECARA IN VITRO

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin, kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol, hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus x aurantifolia (Christm) Swingle.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1 (0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4 (0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50 berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012 ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi mutu fisik sediaan.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

STABILITAS DAN AKTIVITAS SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas yang baik.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)H. Rob) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang 672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.

AKTIVITAS ANTI JAMUR SEDIAAN LOTION KOMBINASI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin) DAN MINYAK PALA (Myristica fragrans) TERHADAP JAMUR Trichophyton mentagrophytes

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala. Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan 35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.

FORMULASI KRIM PERONA PIPI DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perona pipi merupakan salah satu kosmetika dekoratif yang digunakan untuk memberikan warna rona pada pipi. Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan pewarna alami adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L). Ekstrak kayu secang dapat memberikan warna merah sampai dengan merah keunguan karena mengandung pigmen brazilein. Tujuan penelitian ini membuat sediaan krim perona pipi dari ekstrak kayu secang dan mengevaluasi mutu fisik sediaan serta menguji kesukaan (hedonik). Ekstrak kayu secang diperoleh dengan cara infusa dan metode freeze drying. Sediaan krim perona pipi dibuat 3 formula dengan konsentrasi 2,5%, 3%, dan 3,5% ekstrak kering kayu secang. Hasil pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas menunjukkan mutu fisik yang baik sesuai dengan SNI (16-4399-1996). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa sediaan krim perona pipi dengan ekstrak kayu secang konsentrasi 3,5% yang paling disukai.

KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sinar matahari mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, di samping itu paparan sinar matahari berlebih juga dapat menyebabkan kulit menebal, kehilangan kekenyalan, dan kulit menjadi keriput. Pemanfaatan susunan tabir surya adalah salah satu cara perlindungan kulit dari sinar matahari. Daun yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob) memiliki kandungan flavonoid dan fenolik yang tinggi sehingga cenderung dimanfaatkan sebagai bahan aktif yang berfungsi dalam pembuatan krim tabir surya. Tujuan dibalik tinjauan ini adalah untuk memformulasi dan menentukan potensi sediaan krim tabir surya dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak etanol daun yakon. Ekstraksi serbuk daun yakon dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstrak yang di dapat sebesar 6,5%. Kemudian, dibuat sediaan krim tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak: tanpa ekstrak (F1); 0,1% (F2); 0,5% (F3); 1% (F4); dan 2% (F5). Kelima formula diuji karakteristik mutu fisik dan nilai SPF-nya. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh, ekstrak daun yakon dapat dibuat sediaan krim tabir surya dan memenuhi persyaratan uji karakteristik mutu fisik yaitu organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, pH, dan daya lekat. Nilai SPF yang di dapat dari F1, F2, F3, F4, dan F5 berturut-turut sebesar 0,504; 0,845; 1,214; 2,693 (proteksi minimal); 4,127 (proteksi sedang). Semakin banyak penambahan jumlah konsentrasi ekstrak daun yakon, maka semakin besar juga nilai SPF yang didapat.

AKTIVITAS TABIR SURYA DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tabir surya merupakan zat yang mengandung bahan pelindung kulit terhadap sinar UV. Tabir surya alami dapat berasal dari tanaman yang banyak mengandung senyawa fenolik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa antioksidan golongan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol 70% daun alpukat dan daun sirsak secara tunggal maupun kombinasi dengan metode spektrofotometri. Ekstrak tunggal maupun kombinasi dibuat konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun sirsak dibuat 1:1, 1:2, dan 2:1. Hasil penelitian nilai SPF ekstrak daun alpukat dan daun sirsak pada 5 konsentrasi tersebut termasuk kategori perlindungan minimal. Nilai SPF tertinggi konsentrasi 250 ppm untuk ekstrak daun alpukat dan daun sirsak sebesar 2,4375 dan 7,7812. Kombinasi dengan perbandingan 1:2 mempunyai aktivitas tabir surya paling tinggi, konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 19,873 termasuk kategori perlindungan sedang.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETILASETAT DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle Linn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY LOTION EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI, F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm, sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu 35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi 3.

POTENSI SALEP ANTIJERAWAT EKSTRAK MAHKOTA BUNGA MAWAR (Rosa chinensis Jacq) TERHADAP BAKTERI (Propionibacterium acnes)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri. Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin. Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%, 15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02 mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm, 21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi 15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat, aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran 2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.