Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Daun Sirih Hijau
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

2023Koleksi Perpustakaan

Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar 16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETILASETAT DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle Linn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2021Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail