2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß
Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia
dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap
sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan
1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif dan neurodegenartif yang dapat menyerang orang pada usia 65 tahun keatas. Salah satu penyebab Alzheimer adalah kurangnya asupan neurotransmitter asetilkolin (ACh) pada otak.
Tanaman keluarga Lamiaceae telah dipercaya memiliki potensi sebagai inhibitor asetilkolinesterase (AChEI) yang dapat mengurangi gejala Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif pada tanaman keluarga Lamiaceae yang terdiri dari Salvia officinalis L., Salvia lavandulifolia Vahl., Rosmarinus officinalis L., Melissa officinalis L., dan Collinsonia canadensis L. sebagai AChEI secara in silico. Senyawa dari tanaman keluarga Lamiaceae diuji dengan parameter fisikokimia, toksisitas, binding affinity (∆G), Konstanta Inihibisi (Ki), Absorbsi Distribusi Metabolisme Ekskresi (ADME) dan dinamika molekular. Dari 834 senyawa tanaman keluarga Lamiaceae diperoleh senyawa 3,5,5-
Trimethyl-4-[3-[3,4,5-trihydroxy-6-(hydroxymethyl) oxan-2]-yl]oxybut-1-enyl] cyclohex-2-en-1-one dari tanaman Salvia officinalis L. memiliki potensi sebagai AChEI dengan nilai Bobot Molekul (BM) sebesar 370 Dalton, hidrogen donor sebanyak 4, hidrogen akseptor sebanyak 7, nilai koefisien partisi Log P 3.46, nilai molar refraktifitas sebesar 100, binding affinity (∆G) sebesar -11,2 kkal/mol dan Ki sebesar 0,981 μM dan energi total Molecular Mechanics Generalized Boltzmann Surface Area (MM-GBSA) sebesar 31,381 kkal/mol.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai
antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB.
Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa
sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental
rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang progresif. Pengobatan
diabetes melitus bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya
dengan menggunakan buah kesemek yang mengandung tanin dan senyawa
fenolik. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis efek pemberian Ekstrak
etanol 70 % buah kesemek (Diospyros kaki L.)dalam menurunkan kadar glukosa
darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Kandungan fitokimia ekstrak 70%
buah kesemek mengandung senyawa aktif glikosida, flavonoid, tannin, saponin,
dan triterpenoid/steroid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan uji
Anova (Analisis of Variance) satu arah yaitu RAL (rancangan acak lengkap) dan
uji lanjutan LSD (Least Significant Differences). Pada pembuatan ekstrak etanol
70% Buah Kesemek sebagai antidiabetes melitus dilakukan pada mencit putih
jantan dibagi 3 kelompok dengan masing-masing dosis 250 mg/kgBB, 500
mg/kgBB dan 750 mg/kgBB (Dosis I, II & III) yang diinduksi aloksan dengan
perbandingan menggunakan Metformin 65 mg/kgBB. Hasill pengujian didapatkan
persentase pada dosis kadar penurunan glukosa darah berturut-turut 28,8%,
33,75%, 39,27%. Pada kontrol negatif 5,24% dan kontrol positif 13,14%.
Penelitian ini merupakan pembuktian penggunaan buah kesemek secara empiris.
Penggunaan buah kesemek dapat digunakan untuk antidiabetik karena terbukti
dalam penelitian dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan
betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan
sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas
mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum
ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L)
15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit
merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara
cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles,
selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik
sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan
kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau
keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula
merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti
gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah
dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris
dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula
kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa
darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada
mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan
triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan
pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif
akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif
glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian
nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB
mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%;
dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada
perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair
dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila
teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada
suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter
pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang
dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama
4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH
awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan
nilai viskositas akhir 575 cps.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam
menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan
yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1),
200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB
sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar
glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa
flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase
penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-
masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70%
daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar
GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan
kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400
mg/kgBB.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme
yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati
diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase.
Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk
menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara
kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari
ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu
menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi.
Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan
menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak
etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil
pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif
dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat
aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika
penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa
masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu
diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna
alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif
untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai
pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3
variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada
rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi
dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat
muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan
sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah
dua perlakuan..
Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna
rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena
memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan
iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada
viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya
sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan
beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling
banyak disukai oleh panelis.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan
termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan
polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak
daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah
menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki
aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%
hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi
konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai
IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang
termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut
adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara
ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji
organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu
mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit
(Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan
daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit
diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh
dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan
flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun
Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan
nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun
Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman
penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat
lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder
yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri
terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh
secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh
sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis
karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui
kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas
Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri
menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak
atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai
Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS
yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%),
Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α-
Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan
Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan
zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361
mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang).
Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak
berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.