Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Eem Masaenah

62 karya publik ditemukan.

2026: 142025: 142024: 32023: 162022: 72021: 8

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP BAKTERI Strepcoccus mutans

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.

UJI STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN PARE (Momordica Carantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana B)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan 1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF DARI TANAMAN KELUARGA LAMIACEAE SEBAGAI INHIBITOR ASETILKOLINESTERASE UNTUK PENGOBATAN ALZHEIMER

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif dan neurodegenartif yang dapat menyerang orang pada usia 65 tahun keatas. Salah satu penyebab Alzheimer adalah kurangnya asupan neurotransmitter asetilkolin (ACh) pada otak. Tanaman keluarga Lamiaceae telah dipercaya memiliki potensi sebagai inhibitor asetilkolinesterase (AChEI) yang dapat mengurangi gejala Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif pada tanaman keluarga Lamiaceae yang terdiri dari Salvia officinalis L., Salvia lavandulifolia Vahl., Rosmarinus officinalis L., Melissa officinalis L., dan Collinsonia canadensis L. sebagai AChEI secara in silico. Senyawa dari tanaman keluarga Lamiaceae diuji dengan parameter fisikokimia, toksisitas, binding affinity (∆G), Konstanta Inihibisi (Ki), Absorbsi Distribusi Metabolisme Ekskresi (ADME) dan dinamika molekular. Dari 834 senyawa tanaman keluarga Lamiaceae diperoleh senyawa 3,5,5- Trimethyl-4-[3-[3,4,5-trihydroxy-6-(hydroxymethyl) oxan-2]-yl]oxybut-1-enyl] cyclohex-2-en-1-one dari tanaman Salvia officinalis L. memiliki potensi sebagai AChEI dengan nilai Bobot Molekul (BM) sebesar 370 Dalton, hidrogen donor sebanyak 4, hidrogen akseptor sebanyak 7, nilai koefisien partisi Log P 3.46, nilai molar refraktifitas sebesar 100, binding affinity (∆G) sebesar -11,2 kkal/mol dan Ki sebesar 0,981 μM dan energi total Molecular Mechanics Generalized Boltzmann Surface Area (MM-GBSA) sebesar 31,381 kkal/mol.

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) DENGAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB. Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% BUAH KESEMEK (Diospyros kaki L) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang progresif. Pengobatan diabetes melitus bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya dengan menggunakan buah kesemek yang mengandung tanin dan senyawa fenolik. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis efek pemberian Ekstrak etanol 70 % buah kesemek (Diospyros kaki L.)dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Kandungan fitokimia ekstrak 70% buah kesemek mengandung senyawa aktif glikosida, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan uji Anova (Analisis of Variance) satu arah yaitu RAL (rancangan acak lengkap) dan uji lanjutan LSD (Least Significant Differences). Pada pembuatan ekstrak etanol 70% Buah Kesemek sebagai antidiabetes melitus dilakukan pada mencit putih jantan dibagi 3 kelompok dengan masing-masing dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB (Dosis I, II & III) yang diinduksi aloksan dengan perbandingan menggunakan Metformin 65 mg/kgBB. Hasill pengujian didapatkan persentase pada dosis kadar penurunan glukosa darah berturut-turut 28,8%, 33,75%, 39,27%. Pada kontrol negatif 5,24% dan kontrol positif 13,14%. Penelitian ini merupakan pembuktian penggunaan buah kesemek secara empiris. Penggunaan buah kesemek dapat digunakan untuk antidiabetik karena terbukti dalam penelitian dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit.

FORMULASI EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta Vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA BIBIR DALAM BENTUK SEDIAAN LIP TINT

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) 15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles, selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

PENGARUH PEMBERIAN NEKTAR GULA KELAPA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%; dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.

UJI STABILITAS FISIKA NEKTAR CAIR NIRA KELAPA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama 4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan nilai viskositas akhir 575 cps.

AKTIVITAS PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DAN KADAR TOTAL FLAVONOID INFUSA DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan (77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness (87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho) diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing- masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70% daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400 mg/kgBB.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ALFA- GLUKOSIDASE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) SECARA In vitro

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi. Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN PADAT DARI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit. Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28% dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68 ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.

EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas (L.) Poir) SEBAGAI SEDIAAN PEWARNA RAMBUT

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3 variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah dua perlakuan.. Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling banyak disukai oleh panelis.

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban), RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

PROFIL METABOLIT SEKUNDER MINYAK ATSIRI DAUN JINTEN (Coleus amboinicus Lour.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%), Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α- Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361 mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang). Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.