2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit
yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai
potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang
berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth)
dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan.
Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil
fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi
dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara
kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan
pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat
yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode
SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88
ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm.
Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan
GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga
mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester
dengan persentase kemiripan 93%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung
bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika
yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut
dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah
(Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental
diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator
kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel
pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang
berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan
berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan
F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5
hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran
5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan
gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan
warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas
terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias
terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi
perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi
pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan
aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.