Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

EEM MASAENAH

62 karya publik ditemukan.

2026: 142025: 142024: 32023: 162022: 72021: 8

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

PENGARUH SUPLEMENTASI TABURIA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA LEMAH DUHUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARINGIN, KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi, atau terbatasnya stimulasi yang mencukupi. Jika seorang anak kekurangan vitamin dan mineral,dapat menyebabkan cepat sakit dan pertumbuhannya melambat. Suplementasi vitamin dan mineral dalam penelitian ini berupa taburia. Taburia yaitu suplemen mikronutrien yang terdiri dari 12 jenis vitamin dan 4 jenis mineral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh suplementasi taburia terhadap kejadian stunting di Desa Lemah Duhur Wilayah Kerja Puskesmas Caringin, Kabupaten Bogor. Desain pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control periode Desember 2023 – Februari 2024. Data primer diperoleh langsung dari kegiatan posyandu. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 68 balita yaitu 34 anak kasus stunting dan 34 anak sebagai kontrol (tidak stunting). Pada hasil uji regresi logistik p-value = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara suplementasi taburia dengan kejadian stunting. Nilai Exp(B) 0,000007 yang menunjukkan pengaruh suplementasi taburia memberikan pengaruh sebanyak 0,000007 kali terhadap kejadian stunting.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN BIDARA PUTSA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KERSEN (Muntingia calabura L. ) DAN DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun mahkota dewa (Phaleria macrocarapa Boerl.) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa, dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Ekstrak kombinasi daun kersen dan daun mahkota dewa perbandingan 3:1 pada konsentrasi 40% menunjukkanrespon hambat terbaik terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan rerata diameter zona hambat 19,28 mm dikategorikan dalam respon hambat kuat.