2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam
menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan
yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1),
200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB
sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar
glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa
flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase
penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-
masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70%
daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar
GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan
kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400
mg/kgBB.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme
yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati
diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase.
Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk
menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara
kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari
ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu
menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi.
Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan
menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak
etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil
pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif
dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat
aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata
(Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling
mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air
yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen
antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam
membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui
perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling
(GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang-
kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling
menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary
evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan
penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat
terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak
menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi
konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK
10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji
perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%.
Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka
sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan
kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama
penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka
orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat
tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung
senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka.
Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap
luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak
kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan
dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu
adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi,
mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan
menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian
menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan,
berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel
ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka
tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka
tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka
tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup
sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada
hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis
menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p-
value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang
paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan
yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan
polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi
ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2
(0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu
organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil
penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas
antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona
hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk
mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari
dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil
penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer
Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas
yang baik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email,
dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans.
Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan
daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan
kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi
dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih
dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun
stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih
diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus
daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan
infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan
pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji
antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis
secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi
ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik
yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas
yang baik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit
sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan
sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan
gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari
sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total
ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar
4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%.
Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu
meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar.
Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil
pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak
stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas
bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang
rendah.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang
berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup
atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau
keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium)
merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan
kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau
dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai
pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan
mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji
pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan
daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah
terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova.
Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki
kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang
diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚
tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak
etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel
dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid
total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik
termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta
pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas
menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta
homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi
perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter
viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. .
Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum
cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang
mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel
diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki
efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan
memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok
I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan
kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu
dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil
uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok
I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV
(57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil
perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan
persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang
menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar
57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses
penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan buah yang memiliki
khasiat sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil yang didapat dari uji fitokimia pada
buah carica memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, alkaloid dan
saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan buah carica,
membuat sediaan body lotion ekstrak buah carica kemudian diuji aktivitas
antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-
picrylhydrazyl1) dan diukur serapannya menggunakan alat spektrofotometri UV-
Vis pada panjang gelombang 517 nm. Kemudian diuji stabilitas pada suhu 4°C,
40°C dan 27°C. Sediaan body lotion dilakukan evaluasi dan stabilitas organoleptis,
pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi,
pemisahan fase. Hasil organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar,
uji daya lengket, tipe emulsi, dan pemisahan fase memenuhi persyaratan sesuai
standar yang ditetapkan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak buah carica memiliki
aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 30,753 μg/mL dan aktivitas antioksidan
sediaan body lotion ekstrak buah carica dengan konsentrasi 0,3%, 1,5%, dan 3%
memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 7,035 μg/mL, 10,534 μg/mL dan,
20,730 μg/mL.