Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANTONIUS PADUA RATU

38 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 112024: 42023: 82022: 92021: 1

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing- masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70% daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400 mg/kgBB.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ALFA- GLUKOSIDASE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) SECARA In vitro

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi. Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOLANG-KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% KOLANG-KALING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling (GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang- kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK 10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%. Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

FORMULASI DAN STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL 96 % JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2 (0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas yang baik.

STABILITAS DAN AKTIVITAS SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas yang baik.

PENGARUH STABILITAS GEL EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops Versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar 4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%. Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar. Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang rendah.

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TEH HERBAL DAUN GAHARU (Gyrinops verstegii (Gilg) Domke,.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium) merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova. Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

FORMULASI SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA BAKAR MENCIT (Mus musculus)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV (57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar 57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.

SEDIAAN BODY LOTION DARIEKSTRAK BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens A.DC) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan buah yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil yang didapat dari uji fitokimia pada buah carica memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan buah carica, membuat sediaan body lotion ekstrak buah carica kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl1) dan diukur serapannya menggunakan alat spektrofotometri UV- Vis pada panjang gelombang 517 nm. Kemudian diuji stabilitas pada suhu 4°C, 40°C dan 27°C. Sediaan body lotion dilakukan evaluasi dan stabilitas organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi, pemisahan fase. Hasil organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi, dan pemisahan fase memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak buah carica memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 30,753 μg/mL dan aktivitas antioksidan sediaan body lotion ekstrak buah carica dengan konsentrasi 0,3%, 1,5%, dan 3% memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 7,035 μg/mL, 10,534 μg/mL dan, 20,730 μg/mL.