Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Menampilkan hasil untuk “Tesis”.

4 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DARI SABUT KELAPA

2025Koleksi Perpustakaan

Sabut kelapa memiliki persentase terbesar dari komponen buah kelapa lainnya yaitu 35%. Sehingga limbah sabut kelapa yang dihasilkan sangat banyak, namun pemanfaatannya masih kurang. Sabut kelapa juga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi yaitu sebesar 27%. Oleh karena itu, selulosa tersebut dimanfaatkan menjadi Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi NaOH terhadap HPMC, menghasilkan HPMC yang optimal berdasarkan nilai Molar Substitusi (MS) dan Derajat Substitusi (DS) dan mendapatkan HPMC dari sabut kelapa yang optimal dengan karakteristik yang memenuhi standar. HPMC sabut kelapa dibuat dengan mengisolasi selulosa terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan mensintesis HPMC dengan variasi konsentrasi NaOH (15%, 20% dan 25%) dan jumlah propilen oksida yang ditambahkan 2,5 ml serta dimetil sulfat sebanyak 0,92 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi NaOH semakin tinggi pula nilai MS dan DSnya. HPMC yang optimal ialah HPMC dengan konsentrasi 20% karena memiliki nilai Molar Substitusi (MS) sebesar 0,300 dan Derajat Substitusi (DS) sebesar 1,119 yang memenuhi standar HPMC yang aman untuk pangan. Dengan karakteristik HPMC berbentuk butiran kasar, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau yang samar, memiliki pH 7, nilai Water Holding Capacity (WHC) 7,3 g/g dan nilai Oil Holding Capacity (OHC) 6,6 g/g.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia, kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1, sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail