Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON PADA PASIEN TIFOID DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK
Tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini tifoid masih menjadi masalah kesehatan di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antibiotik seftriakson pada pasien tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan di analisis secara deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari sampel 86 pasien dewasa tifoid menunjukkan bahwa pasien laki-laki sebesar 28% dan perempuan sebesar 72%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 17-25 tahun sebesar 30%. Efektifitas seftriakson dilihat dari lama perawatan 1-3 hari sebesar 87% berdasarkan dua parameter penurunan suhu tubuh dan penurunan kadar leukosit. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan antibiotik seftriakson pada tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sudah efektif.
GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK LIMUS PRATAMA MEDIKA
Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum. Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia > 16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki – laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang (26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%). Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole 93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan omeprazole 75%.
GAMBARAN ANALISIS PARETO SEDIAAN FARMASI DI APOTEK EKA MITRA SEHAT PADA PERIODE OKTOBER - DESEMBER 2021
Perencanaan dan pengadaan harus dikelola dengan baik untuk menjaga ketersediaan dan kualitas obat di apotek. Metode analisis ABC merupakan metode pembuatan grup menjadi 3 kelompok besar yang disebut kelompok A (nilai investasi tinggi), B (nilai investasi sedang), C (nilai investasi rendah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokan sediaan farmasi di Apotek Eka Mitra Sehat berdasarkan analisis pareto ABC nilai pemakaian dan nilai investasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari hasil penjualan sediaan farmasi di Apotek Eka Mitra Sehat periode Oktober – Desember 2021. Populasi yang digunakan yaitu sediaan farmasi sejumlah 701 item. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil analisis pareto sediaan farmasi berdasarkan nilai pemakaian kelompok A 10.104 (69,84%), kelompok B 2.903 (20,06%), dan kelompok C 1.461 (10,10%). Hasil analisis pareto sediaan farmasi berdasarkan nilai investasi kelompok A Rp. 121.343.801 (69,85%), kelompok B Rp. 35.005.160 (20,15%), dan kelompok C Rp. 17.364.971 (10,00%).
EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM MARY CILEUNGSI HIJAU
Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius dan menyebabkan rasa sakit di tulang. Biasanya sendi yang menjadi sasaran pada penyakit ini adalah sendi penopang berat badan, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi panggul, selain itu juga pada sendi tangan dan kaki. Gejala biasanya mengenai satu atau dua sendi yang berperan sebagai weight bearing (panggul atau lutut) nyeri merupakan gejala awal terasa secara tiba-tiba dengan intensitas yang meningkat secara perlahan dengan jangka waktu berbulan sampai bertahun. Penelitian dil- akukan untuk mengetahui evaluasi ketepatan pengobatan pasien Osteoarthritis dengan tepat obat, tepat dosis dari frekuensi pemberian yang menggunakan metode Observasional dengan jenis penelitian deskriptif pada periode Januari – Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari data rekam medik (medical record) menggunakan lembar pengumpulan data dengan populasi 146. Hasil penelitian menunjukan bahwa Osteoarthritis pasien terbanyak pada Usia 46 – 55 tahun sebanyak 38 pasien dengan persentase 35,5%, jenis kelamin pasien yang terbanyak adalah perempuan sebanyak 89 pasien dengan persentase 83%, berdasarkan klasifikasi Osteoarthritis yang diderita, pasien yang terbanyak dengan kriteria nyeri pada kedua lutut sebanyak 42 pasien dengan persentase 39%, Penggunaan obat OAINS yang paling banyak digunakan atau diresepkan oleh dokter ialah Natrium Diclofenak 50 mg dengan persentase 80.4% dari 86 pasien. Pada evaluasi Ketepatan penggunaan obat, berdasarkan tepat obat (100%), Tepat dosis (36%),tidak tepat dosis (64%) dan tepat frekuensi obat (100%).
PENGARUH PIO MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN ANTIBIOTIK DI APOTEK BUNDA LUBNA
Molekular Imprinting Polimer : Perspektif dan Aplikasinya di Bidang Farmasi
STANDARISASI FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TEH (Camellia sinensis L. Kuntze)
Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air, fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental, warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total 1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%, tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba ALT sebesar2,5 101 cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.
ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN PROLANIS KLINIK INSANI CITEUREUP PERIODE JULI-SEPTEMBER 2020
Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara integrasi melibatkan peserta, Fasilitas kesehatan dan badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS). Berdasarkan data dari pembiayaan penyakit kronis paska pensiun yang dikeluarkan BPJS kesehatan terbesar adalah biaya Hipertensi dan Diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien prolanis Klinik Insani Citeurep, mengetahui sosiodemografi pasien dan terapi obat pasien prolanis. Penelitian dilakukan dengan metode deskripstif dengn mengambil data resep secara retrospektif pada bulan Juli-september 2020. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil usia pasien prolanis yang paling banyak adalah usia 45-61 tahun sebanyak 53%, Jenis Kelamin pada terbanyak terdapat pada perempuan sebanyak 83.3%, Untuk pendidikan terakhir paling banyak adalah tamatan SMA sebanyak 53.60% ,dan untuk Pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 83.3%. Profil obat terbanyak pada pasien hipertensi adalah golongan obat Beta Blocker yaitu Bisoprolol , untuk pasien diabetes golongan obat terbanyak adalah Biguanid yaitu metformin, untuk pasien CAD golongan obat tebanyak adalah Beta bloker yaitu bisoprolol , dan untuk pasien asam urat yang terbanyak adalah golongan obat xanthine oxidase yaitu allopurinol. Total biaya medik langsung pada bulan juli sebanyak Rp. 1.087.802, pada bulan Agustus Rp.730.955 sedangkan pada bulan September adalah sebanyak Rp.482.760 . Dan untuk total keseluruhannya biaya medik langsung pada pasien prolanis yaitu sebanyak Rp. Rp. 2.301.535 , Sedangkan untuk biaya medik tidak langsung pasien prolanis pada bulan Juli sebesar Rp.102.000, bulan Agustus Rp.85.000 dan pada bulan September yaitu Rp.80.000 dan untuk total biaya medik tidak langsung yaitu sebanyak Rp. 267.000