Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MS

28 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 22024: 12023: 32022: 92021: 32020: 12019: 12018: 7

AKTIVITAS ANTIDIABETES NEKTAR KRISTAL DENGAN METODE PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35. Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α- glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal, akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI POLI PARU RSUD PALABUHANRATU

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%). Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.

EVALUASI KEBERHASILAN TATALAKSANA TERAPI ESA (ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENT) PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD CIAWI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia komplikasi GGK terjadi 80-90% karena defisiensi eritropoietin. Terapi Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pilihan utama di RSUD Ciawi. Gagal Ginjal Kronik (GGK) termasuk 10 penyakit terbesar ke 7 di RSUD Ciawi. Tujuan penelitian mengevaluasi keberhasilan tatalaksana Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pasien Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi. Penelitian bersifat deskriptif, pengumpulan data retrospektif dari data sekunder rekam medis, data laboratorium Hb pasien. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yaitu seluruh pasien rawat jalan Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi periode Oktober- Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 47 pasien. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan komplikasi anemia rentang usia terbanyak 46-55 tahun 18 pasien (38,30%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 25 pasien (53,19%). Gambaran lama terapi Hemodialisa (HD) yaitu terbanyak ≤ 12 bulan 27 pasien (57,45%). Gambaran frekuensi pemberian ESA terbanyak pada frekuensi 2 kali sebulan bulan Oktober 26 pasien (55,31%), bulan November 33 pasien (70,21%) dan bulan Desember 32 pasien (68,08%). Gambaran kadar rata-rata Hemoglobin (Hb) pasien selama 3 bulan terapi ESA bulan Oktober 8,1 g/dl, November 7,9 g/dl, Desember 8,4 g/dl. Gambaran keberhasilan terapi ESA kategori Hb meningkat sebanyak 28 pasien (59,57%), kategori tetap sebanyak 4 pasien (8,52%), kategori menurun sebanyak 15 pasien (31,91%).

EVALUASI KESESUAIAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN SEBELUM DAN PADA WAKTU COVID-19 DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home (WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember 2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19 secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid- 19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19 dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.

ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK TARA FARMA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu - 0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan tersenyum.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

PENGARUH MANAJEMEN OBAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALABUHANRATU

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ), ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%, sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas 56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas 36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035), pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value 0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685 hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.