Profil penulis
ANTONIUS PADUA RATU
38 karya publik ditemukan.
EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UNGU (Graptophyllum pictum) SEBAGAI ANTIHEMOROID
FORMULASI DAN UJI STERILITAS SEDIAAN GEL LUKA DIABETES EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gling)Dokme)DENGAN VARIASI KONSENTRAKSI KARBOMER
STABILITAS SEDIAN GEL STERIL SEBAGAI OBAT LUKA DIABETES EKSTRAK ETANOL96%VDAUN GAHARU (Gyrinops verteegi (Gilg) Dokumen ) DENGAN VARIASI CARBOMER 940
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN SERBUK KOMBINASI KOLANG-KALING (Arenga pinnata), NANAS (Ananas comosus) dan APEL (Malus demostica)
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI RW 04 KAMPUNG MANGGIS DRAMAGA KABUPATEN BOGOR
Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110 orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga (40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional (94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05), sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan (p-value = 0,000 < 0,05).
FORMULASI SEDIAAN LULUR SCRUB DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
AKTIVITAS ANALGESIK DARI DAUN, KACANG DAN MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)
Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10% dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.
PENAMBATAN MOLEKULER 25 SENYAWA AKTIF DARI JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI PENGHAMBAT AKTIVITAS HMG-KoA
Kolesterol merupakan salah satu golongan lemak padat seperti lilin, penumpukan lemak padat secara berlebih disebut dengan penyakit kolesterol. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanaman herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengobati penyakit salah satunya kolesterol, pemanfaatan tanaman jahe salah satunya diteliti secara in vitro dan in silico sebagai acuan pembuktian terbuktinya adanya aktivitas biologis sebagai penghambat aktivitas HMG-KoA dari jahe sebagai anti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 25 senyawa aktif dalam jahe yang memiliki aktivitas penghambat aktivitas HMG- KoA sebagai anti kolesterol secara in silico menggunakan aplikasi Molegro Virtual Docker. Data diperoleh dengan dua tahapan, tahapan pertama pengambilan reseptor protein dari situ Protein Data Bank (PDB) yang memiliki aktivitas anti kolesterol kemudian divalidasi hingga memiliki nilai validasi < 2Å. Tahapan kedua 25 senyawa aktif yang terkandung dalam jahe dan ligan pembanding di docking kemudian diuji sifat fisikokimia berdasarkan Lipinski rule’s of five , ADME dan toksisitas. Hasil dari penelitian menunjukkan kode reseptor yang digunakan yaitu 1HW9, 2Q6C, dan 1DQA dengan nilai validasi <2Å. Kemudian 25 senyawa dilakukan docking dibandingkan dengan Simvastatin sebagai ligan pembanding dengan nilai paling baik senyawa gingerenon dengan kode 1DQA dengan nilai Rerank score -104,397 kkal/mol dan memiliki kategori absorpsi, distribusi, metabolisme dan toksisitas yang baik.
EFEKTIVITAS PRETREATMEN ALKALI DAN HIDROLISIS ASAM TERHADAP MUTU KOLAGEN DARI TULANG DAN SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)
Kata kolagen berasal dari Yunani, yaitu Cola yang berarti lem, dan genno yang berarti kelahiran. Hal ini karena kolagen berfungsi sebagai perekat sel dan untuk membentuk jaringan tubuh serta organ dasar. Molekul kolagen berdiameter sekitar 1.5nm,panjang 280nm, dan memiliki berat molekul sekitar 290.000dalton. kolagen yang dihasilkan dari perlakuan terbaik pada penelitian tahap sebelumnya dikarakterisasi baik sifat kimia maupun fisik. Karakterisasi kolagen yang di lakukan meliputi nilai rendemen, proksimat, gugus fungsi dengan FTIR. Mendapatkan informasi efektivitas pretreatmen alkali dan asam. Mendapatkan kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Mendapatkan informasi karakterisasi kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Kadar air, kadar abu, dan kadar lemak masing-masing berhasil di identifikasi sebesar 7,2%; 0,40%; dan 2,60%.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) DENGAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA
Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB. Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) DAN KOLANG - KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
Luka bakar sebagai kerusakan ditemukan pada jaringan epidermis, jaringan dermal atau jaringan lebih dalam, disebabkan dengan kontak jaringan termal, kimia, atau listrik. Daun gaharu dan kolang-kaling dapat menyembuhkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman dan untuk menganalisis efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) dan kolang-kaling (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dengan menggunakan bahan percobaan mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu ekstrak etanol 96% daun gaharu, kolang-kaling, kombinasi 1:1, 1:2, 2:1, kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel). Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun gaharu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Kolang-kaling mengandung golongan senyawa flavonoid. Data yang diperoleh yaitu pengukuran diameter luka bakar dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh dari pengujian statistik berbeda signifikan yaitu menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 1:2 dengan perlakuan lainnya memiliki perbedaan dengan 1:2 sebesar 78,66% dengan kontrol positif memiliki persentase sebesar 100% mampu mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukan hasil terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada hari keempat belas.
OPTIMASI PELARUT EKSTRAKSI HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTIBAKTERI
Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.
FORMULASI DAN STABILITAS GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Sediaan granul effervescent yaitu kombinasi senyawa asam dan basa jika ditambahkan air (H2O) bereaksi melepaskan karbondioksida (CO2) menjadi buih, mudah dikonsumsi, larut dalam air dan menyegarkan. Temulawak (Curcuma xanthorriza. Roxb) dibuat simplisia dan diperoleh kadar air 3,268%. Maserasi 250 gram simplisia dengan 2500 mL etanol 96%. Ekstrak kental 27,59 gram, rendemen 11,036%, mengandung senyawa kimia alkaloid pereaksi wagner, flavonoid, dan terpenoid. Granul effervescent dibuat dengan granulasi basah. Formulasi ke 3 masuk dalam karakteristik serta stabil pada suhu penyimpanan. Aktivitas antioksidan minggu ke-0 suhu 4 ̊,28 ̊, dan 40 ̊ nilai IC50 sebesar 2,396 ppm kategori sangat kuat. Minggu ke-4 IC50 meningkat, suhu 4 ̊C sebesar 5,071 ppm, suhu 28 ̊C sebesar 6,509 ppm, suhu 40 ̊C sebesar 6,098 ppm kategori sangat kuat. Kadar air granul suhu 4 ̊C dan 28 ̊C masuk kriteria 5-6%, suhu 40 ̊C melebihi kriteria, waktu alir antara 4-5 detik dan sudut istirahat antara 25°-30°, waktu larut 2-5 menit dengan pH 5-7.
FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans
Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia, kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1, sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.
STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.
Metabolit Primer dan Sekunder: Alkaloid, Polifenol (Asam Fenolik, Tanin, Stilben, Lignan, Lignin, dan Kumarin), Flavonoid, Terpenoid, serta Minyak Atsiri
UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SACHA INCHI (Plukentia volubilis L) SECARA IN VITRO
Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl, menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96% sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80, didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.
UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)
Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.
STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.