BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam
industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat
dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan
secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari
selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses
yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi,
uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan
menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR
metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86
untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa
padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak
larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil
santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya
yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi
atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau
menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit
nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang
dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO
hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan
rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan
mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif
dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas
yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2
jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman
kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20%
(formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar
air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan
bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen
VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan
hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka
penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g,
dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara
kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand
dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang
berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut
sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil
selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan
selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini
melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian
dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari
spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan
metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang
diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi
meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih
kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang
digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil
selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1
untuk ikatan O-H dan
2917,65 cm-1
untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1
untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1
untuk ikatan C-H.