Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Pneumonia
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAP RSJ dr H MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit, jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022- Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak 24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine (32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KERASIONALAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RS AZRA BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

2023Koleksi Perpustakaan

Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia disebut juga pneumonia loburalis ditandai bercak infiltrat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dengan gejala demam tinggi, sesak napas, muntah dan batuk kering sehingga antibiotik merupakan terapi utama pneumonia. Penggunaan antibiotik yang rasional diharapkan dapat meningkatkan efektifitas terapi dan membatasi laju resistensi. Metode Gyssens adalah evaluasi kualitatif untuk mengukur ketepatan pemberian antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di instalasi rawat inap RS Azra Bogor dengan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini berdasarkan data sosiodemografi pasien bronkopneumonia anak yang terbanyak yaitu anak laki-laki sebanyak 57 pasien dengan persentase (62,64%), anak perempuan sebanyak 34 pasien (37,36%), karakteristik umur paling banyak yaitu kategori balita pada usia 0-5 tahun sebanyak 82 pasien (90,11%) dan berat badan paling banyak <10kg sebanyak 38 pasien (41,76%). Penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di RS Azra Bogor terbanyak yaitu seftriakson 64,84%. Evaluasi penggunaan antibiotik menurut Gyssens kategori 0 yaitu penggunaan rasional atau tepat mendapatkan persentase tertinggi sebesar 48,35%, kategori IVC 31,86%, kategori IIIA 6,59%, kategori IIIB 5,49%, kategori IVB 5,49%, dan kategori IIA 2,19%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember 2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi : umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki – laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%). Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20 pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

2023Koleksi Perpustakaan

Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh, pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki (69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg (59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat (kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar 1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit yang menyebabkan peradangan akut parenkim pada paru-paru (PDPI, 2014), sehingga dibutuhkan terapi empiris yaitu agen antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatkan efek samping dan toksisitas, serta resistensi antibiotik terhadap bakteri. Metode Gyssens adalah salah satu indikator untuk menilai ketepatan pemakaian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap di RS Azra Bogor dengan menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien pneumonia paling banyak yaitu pasien laki-laki sebanyak 48 orang dengan persentase 62% dan pada usia lansia akhir sebanyak 27 orang dengan persentase 38%. Penggunaan antibiotik pasien pneumonia di RS Azra Bogor yang paling banyak yaitu antibiotik seftriakson dengan persentase 36%. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode gyssens menunjukkan kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang rasional sebanyak 37 peresepan dengan persentase 48%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK ISPA NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2020

2022Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa, demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember 2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%. Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN BALITA PNEUMONIA DI KLINIK CARITAS BOGOR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019

2021Koleksi Perpustakaan

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang menimbulkan peradangan pada paru-paru sehingga alveoli dipenuhi cairan seperti nanah dan menyebabkan kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Nasional tahun 2011, diketahui bahwa pneumonia menjadi penyebab kematian balita tertinggi (22,8%). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan kurang efektif dalam pengobatan. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di Klinik Caritas Bogor periode Januari-Desember 2019. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 89 pasien rawat jalan di Klinik Caritas Bogor. Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling, maka sampel yang diperoleh berjumlah 60 pasien. Hasil penelitian mengenai profil penggunaan antibiotik yang terbanyak adalah sefiksim sebanyak 58,33%. Tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis mencapai 81,25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail