BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik melebihi 140
mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu setelah lima menit pada keadaan cukup istirahat atau tenang. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Pengobatan yang digunakan di Puskesmas Tegal Gundil adalah Amlodipin dan Hidroklortiazid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi yang mencakup usia pasien dan jenis kelamin pada penggunaan obat antihipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, kesesuaian terapi obat antihipertensi,
dan keberhasilan terapi obat antihipertensi, dan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder yang diambil dari Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) secara elektronik yang berupa data pasien dan resep obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tegal Gundil periode Januari-Maret 2023. Sampel yang diambil sebanyak 81 pasien
dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi terbanyak pada rentang usia 56-65 tahun (68%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (74%), obat yang terbanyak digunakan adalah Amlodipin (93%), dan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan JNC VIII (41%), keberhasilan terapi obat antihipertensi (30%). Pada uji Chi-Square didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian penatalaksanaan dengan keberhasilan terapi obat antihipertensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih
encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antidiare pada pasien diare anak di Klinik KORPRI Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan crosssectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Juli – Desember 2022. Sampel yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 102 pasien. Hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 0 – 5 tahun (68%), jenis kelamin paling banyak laki-laki (60%), berat badan paling banyak 13 – 19 kg (57%), klasifikasi diare paling banyak tanpa dehidrasi (79%), penggunaan obat diare oralit + zink (41%), oralit (24%), cotrimoxazole (19%), kombinasi cotrimoxazole + oralit + zink (16%). Kesesuaian penggunaan obat berdasarkan pedoman dari Buku Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (Kemenkes RI, 2011) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Kemenkes RI, 2015) didapatkan hasil sesuai tepat indikasi 81,37%, tepat obat 81,37%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Abortus incomplete adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan
sebelum janin dapat hidup di dunia luar dengan berat badan <500 gram atau umur
kehamilan <20 minggu. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi abortus
incomplete yaitu usia, paritas, usia kehamilan. Penelitian ini di lakukan untuk
mengetahui sosiodemografi pasien abortus incomplete, gambaran paritas abortus
incomplete, gambaran usia kehamilan abortus incomplete, penatalaksanaan terapi
pada pasien abortus incomplete, dan obat yang digunakan. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif
diperoleh sampel sebanyak 95 pasien. Profil obat yang digunakan uterotonika
paling banyak yaitu methylergometrine (57%), antimikroba yang paling banyak
digunakan adalah cefixime (89%), analgetik yang paling banyak digunakan adalah
asam mefenamat (76%), sebanyak (90%) pasien tidak diberi vitamin atau
penambah darah. Kesesuaian terapi penatalaksanaan pasien abortus incomplete
yang sesuai dengan kemenkes 2020 pemberian uterotonika menggunakan
misoprostol sebanyak (14%), antimikroba menggunakan metronidazol sebanyak
(1%), analgetik menggunakan asam mefenamat sebanyak (76%).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
melebihi batas normal 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg.
Penggunaan obat pada penyakit hipertensi haruslah tepat dan efektif. Dampak
negatif dari pemilihan obat antihipertensi yang salah dapat mempersulit
pengontrolan tekanan darah dan menimbulkan penyakit lain seperti stroke dan
penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal
berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII. Penelitian ini
dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori
pasien melakukan kontrol sebanyak 3 kali pada periode Januari – Desember 2021.
Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 290 pasien, paling banyak berjenis
kelamin perempuan sebesar 74,48%, kelompok usia terbanyak dengan usia 46-55
tahun sebesar 36,55%, kelompok pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga
(IRT) sebesar 66,90%. Berdasarkan tingkatan hipertensi terbanyak yaitu hipertensi
stage 1 dengan rata-rata sebesar 57,47%. Obat yang paling banyak digunakan
adalah Amlodipine sebesar 97,36%. Hasil evaluasi kesesuaian berdasarkan
Guideline Joint National Committee (JNC) VIII, pada pasien hipertensi tanpa
penyakit penyerta sebesar 60,05% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
Sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus sebesar 64,10% sudah
sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90
mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih.
Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri
dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di
Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan
Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan
metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional.
Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien
dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan
metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak
20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia
berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%),
penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi
nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi
penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016)
mendapatkan persentase sebesar 78,29%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien,
gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran
penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan
hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross
sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari
SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode
total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38
pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi
tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan
yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC
VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan
JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika,
uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara
kesesuaian dengan keberhasilan terapi.