EVALUASI PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih. Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak 20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%), penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016) mendapatkan persentase sebesar 78,29%.