BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat,
dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil
pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan
pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan
Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan
terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total
sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada
usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan
sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien
(54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38
pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal
metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe
2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien,
gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran
penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan
hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross
sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari
SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode
total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38
pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi
tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan
yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC
VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan
JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika,
uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara
kesesuaian dengan keberhasilan terapi.