BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau di Indonesia dikenal dengan istilah Demam
Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau
Albopictus. Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) agent, host, Environment.
Acuan yang digunakan di RSUD Al-Mulk ini memiliki alur pengobatan yang dapat
di lihat dari WHO “National Guidelines for Clinical Management of Dengue Fever”
tahun 2015. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan data rekam
medik pada periode Januari– Desember 2022. Hasil penelitian mengenai
karakteristik pasien Demam Berdarah Dengue (DBD paling banyak laki-laki sebesar
68% dan usia paling banyak 0-5 tahun 45%, dengan kategori tingkat keparahan
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) 44 kasus, penggunaan obat antipiretik
parasetamol infus 23 pasien, parasetamol tablet 2 pasien, parasetamol sirup 4 pasien
dan larutan elektrolit Ringer Laktat 29 pasien. Hasil ketepatan pengobatan
berdasarkan tepat pasien Ringer Laktat dan antipiretik sebesar 100%, parasetamol
sirup 100%, parasetamol tablet 500 mg 100%, tepat indikasi, tepat obat, mendapatkan
100%, tepat frekuensi parasetamol 100%. Tepat dosis Ringer Laktat 62%, tepat dosis
parasetamol infus 70%, serta untuk ketepatan frekuensi Ringer Laktat 79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang
disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi
penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU
Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai
dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam
Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat
deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli –
Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan
sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%),
usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%),
Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk
mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat
(100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue.
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang
terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat
penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan
Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan
dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara
deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam
medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil
sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis
kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat
dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada
pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%;
Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat
dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.