EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR
Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal (Kemenkes, 2018). Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan pasien hipertensi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien yang dilakukan secara retrospektif pada periode November – Desember 2020. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 72%. Berdasarkan kelompok usia paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 34% yaitu pada masa lansia akhir. Mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 72%. Mayoritas pekerjaan pada IRT sebanyak 62%. Berdasarkan tingkat hipertensi paling banyak pada hipertensi stage 1 sebanyak 48,9%. Pola pengobatan pasien paling banyak menggunakan obat terapi tunggal sebanyak 96,3%. Golongan paling banyak pada Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipin sebanyak 90,4%, jenis obat paling banyak digunakan pada obat kombinasi captopril + amlodipin sebanyak 2,2%. Pada evaluasi tepat penggunaan obat, berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%) tepat dosis (84,4%) dan tepat frekuensi (98,1%).