Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: FTIR
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PRETREATMEN ALKALI DAN HIDROLISIS ASAM TERHADAP MUTU KOLAGEN DARI TULANG DAN SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)

2025Koleksi Perpustakaan

Kata kolagen berasal dari Yunani, yaitu Cola yang berarti lem, dan genno yang berarti kelahiran. Hal ini karena kolagen berfungsi sebagai perekat sel dan untuk membentuk jaringan tubuh serta organ dasar. Molekul kolagen berdiameter sekitar 1.5nm,panjang 280nm, dan memiliki berat molekul sekitar 290.000dalton. kolagen yang dihasilkan dari perlakuan terbaik pada penelitian tahap sebelumnya dikarakterisasi baik sifat kimia maupun fisik. Karakterisasi kolagen yang di lakukan meliputi nilai rendemen, proksimat, gugus fungsi dengan FTIR. Mendapatkan informasi efektivitas pretreatmen alkali dan asam. Mendapatkan kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Mendapatkan informasi karakterisasi kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Kadar air, kadar abu, dan kadar lemak masing-masing berhasil di identifikasi sebesar 7,2%; 0,40%; dan 2,60%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN ASETON

2023Koleksi Perpustakaan

Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86 untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

2023Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS ( Ananas comosus (L) Merr ) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN AIR

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1 untuk ikatan O-H dan 2917,65 cm-1 untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1 untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1 untuk ikatan C-H.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail