2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih
encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau
gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang
ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah
Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara
retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang
didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit
2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki-
laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat
badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat
diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien,
penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi
penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime
100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi
pemberian 100%
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering
ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena
hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri
neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran
skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati
diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan
penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer
menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran
skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data
sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal
peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil
disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa
karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri
seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada
47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan
penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks
Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan
yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2
minggu.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan
tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi
Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara
kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling
sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien
(54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan
berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang
terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute
pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan
(87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens
masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III
B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%),
Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di
ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum.
Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan
jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan
penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat
frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini
merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan
pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara
deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam
medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia >
16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki
– laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien
terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang
(26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam
sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%).
Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah
menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole
93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan
omeprazole 75%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan
berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan
oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir
dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat
inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di
RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam
medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari
2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%),
berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%).
Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus
oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8-
10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir
sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna
antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata
lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari.
Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 >
0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama
rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan salah satu penyakit utama yang mendapat perawatan rawat
jalan di fasilitas pelayanan kesehatan. Antibiotik merupakan golongan obat yang
paling banyak digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Antibiotik hendaknya
digunakan secara rasional karena mempunyai dampak yang besar, salah satunya
yaitu terjadinya resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
gambaran mengenai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA. Penelitian
ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif, menggunakan rekam medis
dan resep pasien rawat jalan penderita ISPA yang menerima antibiotik di RS UMMI
Bogor selama periode Juli-November 2021. Data yang diambil meliputi identitas
pasien, diagnosis, antibiotik, dan dosis yang digunakan. Data yang diperoleh
disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dari 69 pasien yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin
adalah pasien laki-laki (57%), berdasarkan usia adalah anak 0-5 tahun (77%).
Golongan antibiotik yang paling sering diresepkan adalah golongan sefalosporin
yaitu cefixime (71%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan pedoman
Pharmaceutical care 2005 meliputi kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis
(87%), tepat frekuensi (97%), dan tepat lama pemberian (96%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius dan menyebabkan
rasa sakit di tulang. Biasanya sendi yang menjadi sasaran pada penyakit ini adalah
sendi penopang berat badan, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi
panggul, selain itu juga pada sendi tangan dan kaki. Gejala biasanya mengenai satu
atau dua sendi yang berperan sebagai weight bearing (panggul atau lutut) nyeri
merupakan gejala awal terasa secara tiba-tiba dengan intensitas yang meningkat
secara perlahan dengan jangka waktu berbulan sampai bertahun. Penelitian dil-
akukan untuk mengetahui evaluasi ketepatan pengobatan pasien Osteoarthritis
dengan tepat obat, tepat dosis dari frekuensi pemberian yang menggunakan metode
Observasional dengan jenis penelitian deskriptif pada periode Januari – Juni 2020.
Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari data rekam
medik (medical record) menggunakan lembar pengumpulan data dengan populasi
146. Hasil penelitian menunjukan bahwa Osteoarthritis pasien terbanyak pada Usia
46 – 55 tahun sebanyak 38 pasien dengan persentase 35,5%, jenis kelamin pasien
yang terbanyak adalah perempuan sebanyak 89 pasien dengan persentase 83%,
berdasarkan klasifikasi Osteoarthritis yang diderita, pasien yang terbanyak dengan
kriteria nyeri pada kedua lutut sebanyak 42 pasien dengan persentase 39%,
Penggunaan obat OAINS yang paling banyak digunakan atau diresepkan oleh
dokter ialah Natrium Diclofenak 50 mg dengan persentase 80.4% dari 86 pasien.
Pada evaluasi Ketepatan penggunaan obat, berdasarkan tepat obat (100%), Tepat
dosis (36%),tidak tepat dosis (64%) dan tepat frekuensi obat (100%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap
kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode
Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian
menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk
kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan
data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil
penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja
akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak
adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat
pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%.
Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil
penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤
0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien
TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu
dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah
yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang
timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut
dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal
yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu
memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di
Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS
rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei-
Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian
sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia
mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta
(33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas
Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi
kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%),
dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan
kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas
dengan persentase sebanyak (77,9%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan
metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa
dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita
diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam
jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over
prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs
(Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan
pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien
yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P
(Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan
Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang
dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan
sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak
adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35
pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak
61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat
(72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat
terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak
ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan
penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka
kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat
Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non
eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari
resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020.
Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime
35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik
cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%.
Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime
1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan
nilai DDD WHO 300.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit ginjal kronik adalah penurunan progresif fungsi ginjal dalam
beberapa bulan atau tahun yang didefinisikan juga sebagai kerusakan ginjal dan/
atau penurunan Glomerulal Filtration Rate (GFR) kurang dari 60ml/menit/1,73m2
selama minimal 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi
ketepatan penggunaan obat pada pasien penyakit ginjal kronik dengan
hemodialisa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross- sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mencatat data
yang bersumber pada rekam medik pasien Instalasi Hemodialisa di RSUD
Cimacan dengan diagnosa Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa
periode tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan 77 pasien yang dianalisis
diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 64%
yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak usia 20-60 tahun
(dewasa) sebanyak 84%, dengan nilai LFG terbanyak pada stadium 5 (93,5%)
dengan berat badan pada rentang 31-60kg (83%) dan tekanan darah terbanyak
pada hipertensi tingkat 2 (38%) . Hasil analisis 77 pasien sampel yang diperoleh
hasil 85% tepat pemilihan obat dan 100% tepat dosis.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas
pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam
pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang
diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan
memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara
prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan
menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap
pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu -
0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan
pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil
responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada
keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius
yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada
kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual
dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan
mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan
yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan
tersenyum.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena
dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara
administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode
bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode
pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling
dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data
pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan
3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat
96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep
82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya
medication error.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan