Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANDI AHRIANSYAH

46 karya publik ditemukan.

2026: 72025: 82024: 12023: 172022: 52021: 8

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN GASTROENTERITIS BALITA RAWAT INAP DI RSUD LEUWILIANG

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit 2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki- laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien, penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime 100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi pemberian 100%

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT GABAPENTIN PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS BMC MAYAPADA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada 47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2 minggu.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien (54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan (87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%), Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).

GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK LIMUS PRATAMA MEDIKA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum. Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia > 16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki – laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang (26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%). Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole 93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan omeprazole 75%.

ANALISIS PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PENGGUNAAN TERAPI ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD CIAWI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari 2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%), berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%). Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8- 10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari. Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS AKUT (ISPaA) ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS UMMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan salah satu penyakit utama yang mendapat perawatan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Antibiotik hendaknya digunakan secara rasional karena mempunyai dampak yang besar, salah satunya yaitu terjadinya resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif, menggunakan rekam medis dan resep pasien rawat jalan penderita ISPA yang menerima antibiotik di RS UMMI Bogor selama periode Juli-November 2021. Data yang diambil meliputi identitas pasien, diagnosis, antibiotik, dan dosis yang digunakan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 pasien yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah pasien laki-laki (57%), berdasarkan usia adalah anak 0-5 tahun (77%). Golongan antibiotik yang paling sering diresepkan adalah golongan sefalosporin yaitu cefixime (71%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan pedoman Pharmaceutical care 2005 meliputi kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (87%), tepat frekuensi (97%), dan tepat lama pemberian (96%).

EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM MARY CILEUNGSI HIJAU

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius dan menyebabkan rasa sakit di tulang. Biasanya sendi yang menjadi sasaran pada penyakit ini adalah sendi penopang berat badan, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, sendi panggul, selain itu juga pada sendi tangan dan kaki. Gejala biasanya mengenai satu atau dua sendi yang berperan sebagai weight bearing (panggul atau lutut) nyeri merupakan gejala awal terasa secara tiba-tiba dengan intensitas yang meningkat secara perlahan dengan jangka waktu berbulan sampai bertahun. Penelitian dil- akukan untuk mengetahui evaluasi ketepatan pengobatan pasien Osteoarthritis dengan tepat obat, tepat dosis dari frekuensi pemberian yang menggunakan metode Observasional dengan jenis penelitian deskriptif pada periode Januari – Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari data rekam medik (medical record) menggunakan lembar pengumpulan data dengan populasi 146. Hasil penelitian menunjukan bahwa Osteoarthritis pasien terbanyak pada Usia 46 – 55 tahun sebanyak 38 pasien dengan persentase 35,5%, jenis kelamin pasien yang terbanyak adalah perempuan sebanyak 89 pasien dengan persentase 83%, berdasarkan klasifikasi Osteoarthritis yang diderita, pasien yang terbanyak dengan kriteria nyeri pada kedua lutut sebanyak 42 pasien dengan persentase 39%, Penggunaan obat OAINS yang paling banyak digunakan atau diresepkan oleh dokter ialah Natrium Diclofenak 50 mg dengan persentase 80.4% dari 86 pasien. Pada evaluasi Ketepatan penggunaan obat, berdasarkan tepat obat (100%), Tepat dosis (36%),tidak tepat dosis (64%) dan tepat frekuensi obat (100%).

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DEWASA DI PUSKESMAS CITEUREUP

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%. Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MULYAHARJA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei- Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta (33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%), dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas dengan persentase sebanyak (77,9%).

IDENTIFIKASI DRPs RESEP POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERMATA JONGGOL

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs (Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P (Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35 pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak 61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat (72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN RSUD KOTA BOGOR DENGAN METODE ATC/DDD

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020. Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime 35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%. Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime 1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan nilai DDD WHO 300.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RSUD CIMACAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit ginjal kronik adalah penurunan progresif fungsi ginjal dalam beberapa bulan atau tahun yang didefinisikan juga sebagai kerusakan ginjal dan/ atau penurunan Glomerulal Filtration Rate (GFR) kurang dari 60ml/menit/1,73m2 selama minimal 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross- sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mencatat data yang bersumber pada rekam medik pasien Instalasi Hemodialisa di RSUD Cimacan dengan diagnosa Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa periode tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan 77 pasien yang dianalisis diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 64% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak usia 20-60 tahun (dewasa) sebanyak 84%, dengan nilai LFG terbanyak pada stadium 5 (93,5%) dengan berat badan pada rentang 31-60kg (83%) dan tekanan darah terbanyak pada hipertensi tingkat 2 (38%) . Hasil analisis 77 pasien sampel yang diperoleh hasil 85% tepat pemilihan obat dan 100% tepat dosis.

ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK TARA FARMA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu - 0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan tersenyum.

EVALUASI.KELENGKAPAN.ADMINISTRASI RESEP DI.APOTEK.KIMIA.FARMA JUANDA BOGOR PERIODE.MARET 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan 3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat 96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep 82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya medication error.