Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: udema
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL 70% DAUN KAKTUS CENTONG (Optuntia cochenillifera) TERHADAP UDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

2021Koleksi Perpustakaan

Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na (kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n- heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas 50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail