Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Analisis ABC
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ABC PENJUALAN DI APOTEK ASKIA KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255 item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN ANALISIS PARETO SEDIAAN FARMASI DI APOTEK EKA MITRA SEHAT PADA PERIODE OKTOBER - DESEMBER 2021

2023Koleksi Perpustakaan

Perencanaan dan pengadaan harus dikelola dengan baik untuk menjaga ketersediaan dan kualitas obat di apotek. Metode analisis ABC merupakan metode pembuatan grup menjadi 3 kelompok besar yang disebut kelompok A (nilai investasi tinggi), B (nilai investasi sedang), C (nilai investasi rendah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokan sediaan farmasi di Apotek Eka Mitra Sehat berdasarkan analisis pareto ABC nilai pemakaian dan nilai investasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari hasil penjualan sediaan farmasi di Apotek Eka Mitra Sehat periode Oktober – Desember 2021. Populasi yang digunakan yaitu sediaan farmasi sejumlah 701 item. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil analisis pareto sediaan farmasi berdasarkan nilai pemakaian kelompok A 10.104 (69,84%), kelompok B 2.903 (20,06%), dan kelompok C 1.461 (10,10%). Hasil analisis pareto sediaan farmasi berdasarkan nilai investasi kelompok A Rp. 121.343.801 (69,85%), kelompok B Rp. 35.005.160 (20,15%), dan kelompok C Rp. 17.364.971 (10,00%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD CIAWI

2022Koleksi Perpustakaan

Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan, meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4 - 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00 %), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERENCANAAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN PARETO ABC DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI KABUPATEN BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Analisis ABC atau pareto adalah suatu analisis yang dapat digunakan dalam menganalisa pola konsumsi perbekalan farmasi, dengan analisis ABC maka dapat membantu pihak manajemen menentukan pengendalian yang tepat untuk masing- masing kelompok obat dan menentukan obat mana yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Perencanaan obat adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat dengan kriteria yang tepat berupa jenis, jumlah dan harga obat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran untuk menghindari kekosongan obat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengelompokan sediaan farmasi yang dilakukan Apotek Kimia Farma Kusmayadi Bogor. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif,dapat dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Berdasarkan analisis ABC investasi terdapat obat yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak 369 jenis obat atau 13,43% dari seluruh sampel, menyerap 69,97%investasi, kelompok B sebanyak 485 jenis obat atau 17,66 % dari seluruh obat,menyerap 20,03% investasi. Sementara kelompok C sebanyak 1892 jenis obat atau 68,19% dari seluruh sampel item obat hanya menyerap sebesar 10% investasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERSEDIAAN OBAT PARETO A DENGAN MINIMUM - MAXIMUM STOCK LEVEL DI APOTEK KIMIA FARMA 389 NUSANTARA DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat 33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item (54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail