Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Penulis: Rahmat Riyadi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD CIAWI

2022Koleksi Perpustakaan

Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan, meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4 - 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00 %), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD CIAWI

2022Koleksi Perpustakaan

Penyakit dispepsia di RSUD Ciawi cukup banyak. Dispepsia yang dialami pasien dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan penyakit saluran pencernaan seperti maag yang telah diderita sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sesiodemografi pasien rawat inap di RSUD Ciawi dan membandingkan efektifitas obat dispepsia pada pasien rawat inap yang menderita dispepsia berdasarkan lama hari rawat inap. Penelitian ini bersifat restropektif observasional. Pengambilan data untuk gambaran sesiodemografi dan lama rawat inap melalui rekam medis pasien instalasi rawat inap di RSUD Ciawi periode Januari-Desember 2020. Terdapat 96 pasien yang memenuhi kriteri penelitan dan didapatkan data sesiodemografi pasien seperti jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan pasien. Data dianalisa statistik dalam bentuk tabel dan diagram. Obat yang digunakan pasien dispepsia adalah Antagonis Reseptor H2 (28,10%), PPI (39,60%), PPI + Antagonis Reseptor H2 (2,10%), PPI + Sitoproktetif (19,80%), PPI + Sitoproktetif + Antasida (1%), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (1%), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (3,10%), Antagonis Reseptor H2 + Sitoproktetif (5,20%). Lama rawat inap pasien dispepsia yang menggunakan Antagonis Reseptor H2 (3,11 hari), PPI (3,89 hari), PPI + Antagonis Reseptor H2 (1,50 hari), PPI + Sitoproktetif (3,68 hari), PPI + Sitoproktetif + Antasida (3 hari), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (2 hari), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (4,33 hari), Antagonis Reseptor H2 + Sitoproktetif (3,80 hari). Hasil efektifitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RSUD Ciawi pada periode Januari-Desember 2020 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan nilai P- Value 0,273 pada uji kruskal wallis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PASIEN HEPATITIS B DI RSUD CIAWI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hepar atau sel-sel hati yang merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terapi yang diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi obat, dosis, frekuensi serta profil pasien dan profil pengobatan pasien di RSUD Ciawi Bogor. Metode penelitian berupa observasional deskriptif potong lintang, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif melalui 86 rekam medis rawat jalan periode 2019-2020 berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, terapi antiviral (52,32%) menggunakan lamivudin, terapi hepatoprotektor yaitu curcuma (72,09%), terapi simtomatik ondansentron (45,35%), terapi supportif asam folat (9,30%). Kesesuaian obat yang diberikan (93,33%) sesuai, kesesuaian dosis (100%) sesuai, kesesuaian frekuensi (100%) sesuai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail