Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Antiretroviral
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI POLIKLINIK EDELWEISS RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI RS MARZOEKI MAHDI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan menggunakan Antiretroviral (ARV). Umumnya terapi ARV diberikan dalam bentuk kombinasi obat sehingga dapat menimbulkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ARV dan non-ARV, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik periode Oktober - Desember 2022. Interaksi obat HIV/AIDS dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com , Medscape dan buku Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 96 pasien (72,73%), rentang usia terbanyak yaitu 36-45 tahun dengan 54 pasien (40,91%), penyakit penyerta terbanyak adalah TBC dengan 58 pasien (48,74%), penggunaan jumlah obat terbanyak yaitu 5 jumlah obat sebanyak 49 pasien (37,12%). Obat ARV yang paling banyak digunakan yaitu Tenofovir 3 in 1 (TDF + 3TC + EFV) 67 pasien (50,76%), obat non-ARV paling banyak yaitu golongan OAT 182 obat (52,45%). Terdapat potensi interaksi obat pada 104 pasien (78,79%) dengan kasus terbanyak lamivudine + Efavirenz 69 kasus. Level keparahan terbanyak moderate 252 kasus (83,17%) dan mekanisme interaksi terbanyak farmakokinetik 301 kasus (99,34%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail