Sebanyak 71 item atau buku ditemukan

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam)

No.159 Daun kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan. Daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Flavonoid dalam daun kelor mampu mengurangi efek buruk radikal bebas penyebab kerusakan kulit. Tujuan penelitian ini membuat formulasi sediaan masker gel peel-off dari ekstrak etanol 70% daun kelor serta mengevaluasi sediaan masker gel peel-off melalui uji mutu fisik yang menjadi persyaratan masker gel peel-off yang baik. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 3×24 jam, lalu diuapkan menjadi ekstrak kental dan dibuat formulasi masker gel peel-off dengan variasi konsentrasi ekstrak 3% (F1), 5% (F2), dan 7% (F3). Pengujian mutu fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan uji waktu kering. Hasil evaluasi menunjukkan ketiga formulasi telah memenuhi persyaratan mutu fisik, F2 dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 5% merupakan formulasi terbaik dengan nilai pH 5,0, viskositas 2700 Cps, daya sebar 5,79 cm dan waktu kering selama 25 menit.

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN KERTAS MENGANDUNG MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin Benth) DAN MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus)

No.143 Sabun kertas adalah salah satu jenis sabun padat yang umumnya digunakan sebagai sabun cuci tangan sekali pakai. Penambahan zat aktif pada sabun kertas yaitu Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth) dan Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) yang mampu menghambat aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu fisik sabun kertas berdasarkan SNI 3532:2016, serta daya hambat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan menggunakan dettol cair (chloroxylenol 4,8% w/v) sebagai kontrol positif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium yang dikaji secara kuantitatif. Perbandingan konsentrasi minyak atsiri nilam dan serai wangi pada formulasi sabun kertas adalah F1= basis, F2= 2:1, F3= 1:1, F4= 1:2. Parameter yang diuji meliputi organoleptik, susut pengeringan, pH, asam lemak bebas/alkali bebas, bahan tak larut dalam etanol, lemak tak tersabunkan, stabilitas busa, hedonik, dan aktivitas antibakteri. Hasil mutu fisik berdasarkan SNI 3532:2016 yang terbaik adalah sediaan F4= (n:sw 1:2), kecuali pada kadar lemak tak tersabunkan. Sedangkan hasil nilai hedonik secara umum perlakuan F4 dengan nilai skor sebesar 3,30. Hasil uji aktivitas antibakteri perlakuan F2= (n:sw 2:1) mempunyai daya hambat terhadap s.aureus tertinggi sebesar 15,87 mm sedangkan daya hambat terhadap e.coli tertinggi terdapat pada F4= (n:sw 1:2) sebesar 15,33 mm. Dari hasil analisis statistik bahwa sediaan sabun kertas minyak atsiri nilam dan serai wangi mempunyai pengaruh terhadap aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI EKSTRAK AIR DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

No.793 Kolesterol merupakan sterol yang penting karena merupakan bagian struktural membran sel dan komponen pembentuk berbagai hormon steroid, asam empedu dan vitamin D. Banyak tanaman tradisional yang dapat digunkan untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh seperti, daun yakon dan daun stevia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni ) baik tunggal atau kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun yakon antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan dragendrof, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Fenol, Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun yakon sebesar 55,16ppm dan daun stevia sebesar 305,73ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun yakon dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 49,90ppm, 41,54ppm dan 134,33ppm

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM -GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

No.789 Diabetes merupakan penyakit kronis dengan gangguan metabolisme akibat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Terapi farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan menghambat kerja enzim -glukosidase sehingga menunda penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan. Penggunaan bahan alam yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim -glukosidase adalah daun salam yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif dari isolat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Penarikan senyawa polar dalam fraksi air daun salam dengan partisi dari ekstrak etanol 96% daun salam, diisolasi menggunakan metode kromatografi dan dilakukan pengujian aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Identifikasi senyawa kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 203,5 nm. Hasil analisis LC-MS/MS didapatkan puncak dengan kelimpahan terbesar dengan bobot molekul ion m/z 413. Kesimpulan senyawa kimia Stigmasterol dalam isolat fraksi air daun salam memiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase dengan nilai IC50 21,54 ppm

KARAKTERISTIK DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze)

No.787 Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Kadar glukosa darah dapat diturunkan dengan cara menghambat enzim α-glukosidase pada organ pencernaan sehingga menunda proses absorbsi glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan struktur senyawa kimia dalam fraksi air daun teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) berpotensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Karakteristik senyawa kimia dilakukan dengan metode kromatografi kolom. Pengujian aktivitas enzim α-glukosidase untuk memperoleh %inhibisi terbaik dan IC50 dari fraksi air daun teh untuk selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan LC/MS- MS. Kandungan fitokimia fraksi air daun teh antara lain : flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid, fenolik, quinon dan glikosida. Hasil penelitian IC50 isolat CSWA-1.1 sebesar 19,37 ppm dan isolat CSWA-1.4 sebesar 17,25 ppm. Berdasarkan serapan spektrofotometer UV-Vis CSWA-1.1 dan CSWA-1.4 terdapat serapan pada λ maksimum 204.5 nm. Hasil LC/MS-MS isolat CSWA-1.1 dengan waktu retensi 5,09 menit dengan bobot molekul 195,0907 m/z diduga senyawa kafein, sedangkan CSWA-1.4 dengan waktu retensi 1,37 menit dengan bobot molekul 136,0655 m/z diduga senyawa adenin

POTENSI SENYAWA ALKALOID SEBAGAI ANTIDIABETES BERDASARKAN MOLEGRO VIRTUAL DOCKER

No.773 Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit metabolik kronis yang timbul saat tubuh tidak dengan cukup melakukan produksi insulin atau saat tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang di produksi dengan efektif. Beberapa penelitian secara in vitro ataupun in vivo memperlihatkan dimana senyawa alkaloid mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan senyawa alkaloid yang memiliki Rerank Score terbaik dan mengetahui aktivitas farmakokinetika sertia toksisitas senyawa alkaloid sebagai kandidat obat antidiabetes. Prediksi sifat fisikokimia mengacu pada Lipinski rule's serta dilihat dari hasil farmakokinetika menggunakan pkCSM online tool, prediksi toksisitas senyawa menggunakan Toxtree dan prediksi interaksi ligan dengan reseptor menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD). Dilaksanakan validasi dengan parameter valid apabila nilai RMSD < 2Å. Protein reseptor diabetes yang dimanfaatkan ialah 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2Å. 30 senyawa alkaloid memenuhi aturan Lipinski dan dilanjutkan proses docking. Dari 30 senyawa alkaloid tersebut, senyawa squamosamide, mahanine dan pandamarilactonine A mempunyai aktivitas lebih baik dibandingkan native ligand dikarenakan mempunyai nilai Rerank Score yang paling rendah. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi