Sebanyak 71 item atau buku ditemukan

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiberis officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIDIABETES

No.182 Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50 pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001 < 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam penambahan konsentrasi pada sampel.

TOKSISITAS FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

No.180 Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai antikanker.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

No.179 Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.

FORMULASI MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA DAN HPMC

No. 168 Daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis PVA dan HPMC terhadap karakteristik fisik sediaan masker peel-off. Metode penelitian ini adalah formulasi masker peel-off ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) dengan menggunakan kombinasi basis PVA dan HPMC. Tiga formula sediaan masker peel-off yaitu F1 (10%:2%), F2 (9%:3%) dan F3 (8%:4%). Formulasi yang didapat diuji karakteristik masker peel-off meliputi uji organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta waktu mengering. Berdasarkan hasil penelitian F3 menghasilkan karakteristik masker peel-off dengan viskositas yang sesuai syarat yaitu 2700 cps, pH 6, daya sebar 5,77 cm dan waktu mengering 20'19". Berdasarkan hasil evaluasi fisik semua formula dapat diformulasikan menjadi sediaan masker peel-off tetapi pada F1 dan F2 daya sebarnya tidak memenuhi persyaratan.

PROFIL METABOLIT EKSTRAK BAKTERI Lactobacillus fermentum B978 DENGAN KROMATOGRAFI GAS- SPEKTROMETER MASSA

No.790 Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang umum digunakan untuk membuat produk fermentasi yang bersifat fakultatif anaerob yang memiliki efek menguntungkan pada saluran pencernaan. Lactobacillus fermentum B978 merupakan bakteri asam laktat yang bersifat heterofermentatif termasuk bakteri gram positif berbentuk batang, berkoloni, dan tidak terdapat katalase. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan profil metabolit yang terdapat pada bakteri Lactobacillus fermentum B978. Analisis profil metabolit yang dilakukan menggunakan Kromatografi Gas- Spektrometer Massa dan derivatisasinya dengan BSTFA (N,O-bis-(trimetilsilil)-trifluoroasetamid). Suspensi bakteri Lactobacillus fermentum B978 dilakukan sentrifugsi maka didapatkan pemisahan berupa supernatan dan pelet. Supernatan diliofilisasi dengan freeze dry dan Pelet ditambahan pelarut lalu disonikasi. Hasil sonikasi dilakukan sentrifugasi kembali dan supernatan dilakukan ekstraksi pada corong pisah dengan perbandingan pelarut sehingga didapatkan ekstrak air. Selajutnya ekstrak air diliofilisasi dengan freeze dry dan dilakukan analisis metabolit. Hasil analisis profil metabolit dengan GC-MS beserta derivatnya terdapat 8 puncak yang terdeteksi pada metabolit eksogen Lactobacillus fermentum B978 dan terdapat 32 puncak yang terdeteksi pada metabolit endogen Lactobacillus fermentum B978. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa metabolit yang dihasilkan oleh metabolit endogen Lactobacillus fermentum B978 lebih banyak dibandingkan dengan metabolit eksogen Lactobacillus fermentum B978 yaitu terdapat 7 senyawa metabolit endogen dan 5 senyawa metabolit eksogen

YOGURT SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN PENAMBAHAN SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) SEBAGAI PENGHAMBAT RADIKAL BEBAS DPPH

No.786 Yogurt merupakan hasil fermentasi dari bakteri asam laktat yaitu Lacbobacillus casei Shirotta strain dan Lactobacillus acidophillus. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Pada penelitian menggunakan yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah yang menggunakan starter bakteri berbeda dengan konsenstrasi Lacbobacillus casei Shirotta strain 1,5% : Lactobacillus acidophillus 1,5%; Lacbobacillus casei Shirotta strain 3%; dan Lactobacillus acidophillus 3%. Yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah yang diperoleh di uji karakteristik minuman probiotik, uji total fenol, uji aktivitas antioksidan dan uji organoleptik. Aktivitas antioksidan yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah pada penelitian ini diperoleh 65,63%-92,08%. Total fenol yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah 236,96-262,38 gram/ml. Berdasarkan uji fenol dan uji antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH maka yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah memiliki aktivitas antioksidan

EKSTRAK ETANOL DARI LIMBAH JAMU SEBAGAI ANTIOKSIDAN

No.774 Limbah ekstrak jamu adalah salah satu hasil samping dari proses produksi industri farmasi obat tradisional. Proses penanganan limbah adalah dengan melakukan pembuangan limbah ke tempat pembuangan akhir, namun dengan meneliti lebih lanjut dari kandungan yang masih terdapat pada limbah, limbah dapat dimanfaatkan lebih optimal sebelum dibuang. Salah satu manfaat yang dapat diteliti adalah daya antioksidan. Limbah ekstrak jamu diekstrak dengan 3 jenis konsentrasi dari etanol yaitu etanol 30%, etanol 70% dan etanol 96% untuk mendapatkan ekstrak yang mengandung sisa zat yang terkandung didalamnya. Kemudian dengan dilakukan uji kualitatif antioksidan metode KLT (Kromatografi lapis tipis), didapatkan hasil yang positif menunjukkan daya antioksidan yaitu terbentuknya bercak berwarna kuning pada plat KLT setelah disemprotkan dengan DPPH (1-1- diphenyl-2-picrylhidrazyl). Kemudian dengan melalukan uji kuantitatif antioksidan secara spektrofotometri, didapatkan nilai daya antioksidan IC50 terbaik yaitu 169,74 ppm (μg/mL) terdapat pada ekstrak kental dari ekstrak limbah jamu dengan menggunakan etanol 96%. Kemudian ekstrak kental yang memiliki daya antioksidan tinggi pada uji kuantitatif dilakukan uji lebih lanjut dan mendapatkan hasil yaitu uji flavonoid total sebesar 24,6139 mgQE/g ekstrak dan uji fenol total sebesar 52,1300 mgGAE/g ekstrak