Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: Fitri Purbandini
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KESESUAIAN PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI RS PERMATA JONGGOL PERIODE JULI-DESEMBER TAHUN 2019

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor yang penting untuk terlaksananya pelayanan farmasi yaitu dengan tercukupinya kebutuhan obat obatan dengan stok yang sesuai dengan kebutuhan. Ketidakcukupan obat-obatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang sangat menentukan yaitu faktor perencanaan/perhitungan perkiraan kebutuhan obat yang belum tepat,belum efektif dan kurang efisien atau pengadaan obat yang belum tepat dengan perencanaan yang telah dibuat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian berdasarkan persentase antara perencanaan obat terhadap pengadaan obat di RS Permata Jonggol periode Juli- Desember tahun 2019. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian persentase kesesuaian perencanaan dan pengadaan didapat total 552 obat yang sesuai antara perencanaan dengan pengadaan obat atau memiliki persentase 100%. 54 obat yang jumlah persentasenya rentang 90%-99%, 25 obat yang jumlah persentasenya rentang 80%-89%, 9 obat yang jumlah persentasenya rentang 70%- 79%, 8 obat yang jumlah persentasenya rentang 60%-69%, dan 3 obat lainnya persentasenya dibawah 50%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DRPs RESEP POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERMATA JONGGOL

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs (Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P (Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35 pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak 61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat (72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail