Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Wieka Tyfani

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METFORMIN DAN GLIBENKLAMID TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS CISAAT KABUPATEN SUKABUMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus adalah suatukelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM tipe 2 merupakan lima penyakit dengan jumlah penderita terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Metformin dan Glibenklamid merupakan dua obat antidiabetik oral dengan mekanisme yang berbeda tetapi menjadi pilihan untuk terapi DM tipe 2 sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua obat tersebut terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi periode Oktober-Desember 2020. Dari penelitian ini diperoleh hasil pasien berjenis kelamin perempuan (59%), dengan kategori usia lansia akhir (40%), dan dengan IMT normal (85,86%). Pengobatan terapi antidiabetik oral metformin lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (51%), dengan kategori usia lansia akhir (63,89%) dan IMT normal (52,50%). sedangkan glibenklamid lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (49%), dengan kategori usia lansia awal (36,11%) dan IMT normal (47,50%). Hasil uji Independent Sample T-test menunjukan nilai Asym.Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara efektivitas metformin dan glibenklamid terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Berdasarkan persentase rata-rata efektivitas obat, glibenklamid (91%) dinilai lebih efektif dibandingkan dengan metformin (73%).