BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pengetahuan pasien, diantaranya pemberian informasi mengenai batas waktu konsumsi obat setelah kemasannya dibuka. Batas waktu penggunaan obat setelah kemasannya dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh PIO terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai BUD pada sediaan sirup dan suspensi oral di Apotek Kimia Farma Yarahmah Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang yang diambil secara purposive sampling. Penelitian ini
menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah PIO. Hasil data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan 74,07%, berdasarkan usia yaitu 26-35 tahun 29,63%, berdasarkan pendidikan yaitu SMA 58,02%, dan berdasarkan pekerjaan yaitu karyawan/buruh 37,04%. Rata-rata tingkat pengetahuan BUD responden sebelum PIO sebesar 46,88%, sedangkan sesudah PIO 80,24%. Hasil normalitas data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,07 > 0,05. Hasil uji t berpasangan (Paired Samples t-Test) terdapat pengaruh PIO yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan Beyond Use Date
(BUD) sirup dan suspensi oral responden dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 dan memiliki pengaruh yang sangat besar dengan nilai effect size 2,485.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian
tahun 2017 menjelaskan bahwa puskesmas yang melaksanakan pelayanan
kefarmasian sesuai standar adalah puskesmas yang telah menerapkan pemberian
informasi obat (PIO) dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan pengetahuan responden tentang informasi obat sebelum dan
sesudah dilakukan penyuluhan tentang informasi obat meliputi cara mendapatkan,
menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Jenis Penelitian yang digunakan
adalah quasi eksperimental, dengan desain one group pretest posttest. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Frekuensi responden paling banyak berjenis kelamin
laki-laki 66,34%, kategori usia dewasa menjadi responden terbanyak sebanyak
66,67%. Pendidikan paling banyak SMA 73,33% dan Pekerjaan paling banyak
Petani/Peternak sebesar 30%. Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan
penyuluhan adalah kurang sebanyak 100%, namun setelah dilaksanakan
penyuluhan tentang PIO tingkat pengetahuan pasien meningkat dengan baik
26,67%, cukup 66,67% dan kurang 6,67%. Hasil analisis statistik dengan uji
Wilcoxon menunjukan bahwa adanya perbedaan bermakna tangkat pengetahuan
pasien tentang informasi obat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dilihat
dari nilai p value < 0,05 (p-value = 0,000).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Misoprostol adalah analog sintetik dari prostaglandin, memberikan karakteristik
pencegahan dan penyembuhan tukak lambung dan ulkus duodenum. Ketika
misoprostol diberikan efek samping yang paling sering terjadi adalah mual, muntah,
diare, sakit perut, demam, dan menggigil dan komplikasi terkait dengan dosis yang
lebih tinggi. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengetahuan adalah
sosiodemografi yaitu usia, jenis kelamin dan tingkatan kelas. Pemberian informasi
obat benar-benar dibutuhkan, dimana cukup besar penderita yang tidak
memperoleh informasi obat secara lengkap mengenai obat yang dipakainya, karena
pemakaian obat yang kurang baik dan dapat berbahaya bagi penggunanya. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum
dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec® pada siswa SMAN XYZ
Kecamatan Citeureup. Penelitian ini bersifat Prosfektif ini dilakukan pada 303
siswa SMA Negeri XYZ Kecamatan Citeureup. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah Purposive Sampling. Perbedaan tingkat pengetahuan remaja
tentang obat Misoprostol Cytotec® sebelum dan sesudah diberikan informasi obat
dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Pre-Test penelitian ini menunjukan
berpengetahuan cukup (25,08%) dan berpengetahuan kurang (74,92%), sedangkan
berdasarkan Post-Test berpengetahuan baik (86,47%), berpengetahuan cukup
(12,21%) dan berpengetahuan kurang (1,32%). Hasil tersebut menyatakan bahwa
p-value < 0,05 yang menujukan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec®
pada siswa SMAN XYZ Kecamatan Citeureup.