Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Manajemen
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK MUTIARA FARMA KOTA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, agar obat farmasi terjaga kualitas dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek Mutiara Farma Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh obat farmasi yang terdapat di Apotek Mutiara Farma Bogor dengan jumlah 520 produk obat OTC, Keras dan LASA. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat OTC sebesar 94,40 %, berdasarkan stabilitas sebesar 86,21%, berdasarkan kelas terapi sebesar 77,16%, berdasarkan bentuk sediaan sebesar 100%, berdasarkan alfabetis 0%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat Ethical sebesar 86,81%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 31,25%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat LASA 87,32%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 45,07%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK 99 KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Produk farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, agar produk farmasi terjaga kualitas dan keamanannya. Salah satu proses manajemen produk farmasi yaitu penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek 99 Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh produk farmasi yang terdapat di Apotek 99 Bogor dengan jumlah 773 produk. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas sebesar 96,25%, berdasarkan stabilitasnya sebesar 93,53%, berdasarkan kelas terapi sebesar 65,98%, berdasarkan bentuk sediaan obat sebesar 100%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN OBAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALABUHANRATU

2021Koleksi Perpustakaan

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ), ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%, sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas 56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas 36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035), pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value 0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685 hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Manajemen Sumber Daya Manusia

2005Koleksi Perpustakaan

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah suatu sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat dan kompentensi manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail