BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan obat farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan
manajemen pengelolaan yang baik, agar obat farmasi terjaga kualitas dan
keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem
penyimpanan obat di Apotek Mutiara Farma Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif
dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi
data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh obat farmasi
yang terdapat di Apotek Mutiara Farma Bogor dengan jumlah 520 produk obat
OTC, Keras dan LASA. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian
wadah dengan informasi yang jelas untuk obat OTC sebesar 94,40 %, berdasarkan
stabilitas sebesar 86,21%, berdasarkan kelas terapi sebesar 77,16%, berdasarkan
bentuk sediaan sebesar 100%, berdasarkan alfabetis 0%, kesesuaian FIFO/FEFO
0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat Ethical
sebesar 86,81%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%,
berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 31,25%, kesesuaian
FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk
obat LASA 87,32%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi
0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 45,07%, kesesuaian
FIFO/FEFO 0%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Produk farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen
pengelolaan yang baik, agar produk farmasi terjaga kualitas dan keamanannya.
Salah satu proses manajemen produk farmasi yaitu penyimpanan obat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek 99
Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis.
Sampel yang digunakan adalah seluruh produk farmasi yang terdapat di Apotek
99 Bogor dengan jumlah 773 produk. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase
kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas sebesar 96,25%, berdasarkan
stabilitasnya sebesar 93,53%, berdasarkan kelas terapi sebesar 65,98%,
berdasarkan bentuk sediaan obat sebesar 100%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang
menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.
Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan,
mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan
professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk
mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi
farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan
metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan
pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah
sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk
pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode
univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan
kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ),
ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%,
sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang
puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas
56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas
36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4
variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas
pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035),
pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value
0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara
manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi
adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685
hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2005•Koleksi Perpustakaan
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah suatu sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat dan kompentensi manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut