BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan obat farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan
manajemen pengelolaan yang baik, agar obat farmasi terjaga kualitas dan
keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem
penyimpanan obat di Apotek Mutiara Farma Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif
dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi
data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh obat farmasi
yang terdapat di Apotek Mutiara Farma Bogor dengan jumlah 520 produk obat
OTC, Keras dan LASA. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian
wadah dengan informasi yang jelas untuk obat OTC sebesar 94,40 %, berdasarkan
stabilitas sebesar 86,21%, berdasarkan kelas terapi sebesar 77,16%, berdasarkan
bentuk sediaan sebesar 100%, berdasarkan alfabetis 0%, kesesuaian FIFO/FEFO
0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat Ethical
sebesar 86,81%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%,
berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 31,25%, kesesuaian
FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk
obat LASA 87,32%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi
0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 45,07%, kesesuaian
FIFO/FEFO 0%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara
sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa
dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita
diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG
yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita
diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal
dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan
pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas
fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang
disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup
uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan
selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan
pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar
serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi
perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di
suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi
2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik
suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.