BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan
resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara
administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang
dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang
telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin,
tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat
praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf
dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai
100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar
99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep
secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit
KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan
MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih
terdapat ketidaklengkapan pada resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya tungau Sarcoptes
scabiei var hominis yang penularannya bisa secara kontak langsung maupun tidak
langsung. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian perilaku
yang berperan aktif dalam mewujudkan dibidang kesehatan. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian skabies
di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental
menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data secara deskriptif
dengan prospektif menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh santriwati di Pesantren SPQ At-Tartil. Sampel penelitian diambil secara
total sampling yaitu sebanyak 110 responden. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariat dengan menggunakan metode uji chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan usia 12-13 sebanyak 48 responden (43,64%), kelas paling banyak 7-
8 sebanyak62 responden (67,27%), dimensi kebersihan pakaian cukup (51,8%),
kebersihan kulit cukup (49,1%), kebersihan tangan dan kuku kurang (65,5%),
kebersihan handuk cukup (53,6%), kebersihan tempat tidur dan sprei kurang
(59,1%), PHBS kurang (46,36%), kejadian tungau skabies sebanyak (68,18%),
Nilai signifikasi yang didapat 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
dengan kejadian skabies di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Seorang wanita yang di dalam rahimnya terdapat embrio disebut kondisi
hamil. Perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan
kehamilan dan kesehatan calon bayi. Salah satu penyakit yang menyerang pada
masa kehamilan yaitu anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1% dan
proporsi ibu hamil di perkotaan 36,4% hampir sama dengan proporsi ibu hamil di
perdesaan 37,8%. Wanita hamil dengan kadar Hb < 10 gr/100 ml disebut menderita
anemia dalam kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi
pasien ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur dan untuk mengetahui gambaran
efektivitas penggunaan tablet Fe bagi ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur.
Metode obsevasional survey digunakan dalam penelitian dengan mengambil data
pasien secara retrospektif dalam jangka waktu satu tahun dengan populasi sampel
92 pasien, dan dievaluasi dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pasien yang berusia 26-35 tahun sebesar 46%, mayoritas
pekerjaan sebagai IRT sebanyak 48%, dan mayoritas tingkat pendidikan SMA
sebanyak 56%. Efektivitas tablet Fe ditunjukkan dengan adanya penurunan pasien
penderita anemia, pada Hb I pasien anemia sebanyak 59 dan pada Hb III menjadi
15 pasien. Seiring dengan menurunkan penderita anemia, maka pasien yang tidak
menderita anemia mengalami peningkatan dari Hb I ke Hb III, yaitu 33 pasien
menjadi 77 pasien.