Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Endofit
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIOKSIDAN BAKTERI ENDOFIT TANAMAN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile. Benth)

2021Koleksi Perpustakaan

Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth) dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan. Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88 ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm. Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester dengan persentase kemiripan 93%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIOKSIDAN BAKTERI ENDOFIT DARI TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

2021Koleksi Perpustakaan

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai penghasil senyawa antioksidan. Bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman kakao diduga dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya senyawa antioksidan dari bakteri endofit tanaman kakao dengan menggunakan metode ABTS. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 bakteri endofit yang diuji, diperoleh 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah CGK DT 1 dengan nilai IC50 sebesar 51,36 ppm, CGK DM 6 dengan nilai IC50 sebesar 295.42 ppm dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Ekstrak etil asetat isolat CGK DT 1 selanjutnya dipilih untuk pengujian analisis GC-MS. Berdasarkan hasil analisis GC-MS, senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi II isolat CGK DT 1 diduga adalah senyawa 1-Heptacosanol dengan persentasi kemiripan 95% dan luas area yang 8,99%. Senyawa ini diduga mempunyai aktivitas antioksidan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail