BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan
tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas
beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan
untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan
antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing
(Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji
aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis
menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara
kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian
F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas
dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL
dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas
antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM
terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit
yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai
potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang
berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth)
dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan.
Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil
fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi
dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara
kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan
pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat
yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode
SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88
ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm.
Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan
GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga
mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester
dengan persentase kemiripan 93%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) memiliki banyak manfaat, salah
satunya sebagai penghasil senyawa antioksidan. Bakteri endofit yang diisolasi dari
tanaman kakao diduga dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan
tanaman inangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada
tidaknya senyawa antioksidan dari bakteri endofit tanaman kakao dengan
menggunakan metode ABTS. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan
dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif
dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 bakteri
endofit yang diuji, diperoleh 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas
antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah CGK DT 1
dengan nilai IC50 sebesar 51,36 ppm, CGK DM 6 dengan nilai IC50 sebesar 295.42
ppm dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Ekstrak etil asetat isolat
CGK DT 1 selanjutnya dipilih untuk pengujian analisis GC-MS. Berdasarkan
hasil analisis GC-MS, senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi II
isolat CGK DT 1 diduga adalah senyawa 1-Heptacosanol dengan persentasi
kemiripan 95% dan luas area yang 8,99%. Senyawa ini diduga mempunyai
aktivitas antioksidan.