BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai
peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang
paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan
suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang
dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan
kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini
menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam
medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada
penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah
subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien
terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu
50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran
penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg
dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan
candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya
perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan
candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan
darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode.
Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah
120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan
darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau
jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan
darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi
berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan
tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang
dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data
retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah
rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari-
Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%),
usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja
(50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling
lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine
untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17,
dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α
0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan
tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan
yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode
Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney
test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik :
0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan
tidak berbeda nyata.