Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nuryanti

3 karya publik ditemukan.

2025: 22023: 1

GAMBARAN KESESUIAN DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN BERDASARKAN PEDOMAN PENGELOLAAN VAKSIN DI FASYANKES TAHUN 2021 DI INSTALASI FARMASI RSIA PASUTRI BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021. Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai, pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.

PERBEDAAN SELISIH PENURUNAN SKOR WOMAC PADA TERAPI ANTINYERI PASIEN OSTEOARTRITIS DI RUMAH SAKIT MULIA PAJAJARAN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif progresif, tidak teratur, yang disebabkan oleh kerusakan biokimia pada tulang rawan artikular (tulang rawan hialin) lutut.Penyakit ini ditandai dengan degenerasi tulang rawan artikular dan terbentuknya tulang baru (osteofit) di ujung sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Pajajaran Bogor dan mengetahui perbedaan penurunan skor WOMAC dengan pemberian obat antinyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Kuesioner dan rekam medis akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Sebanyak 91 responden diwawancarai dengan menggunakan metodologi survei sumatif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, mayoritas responden yang mengikuti survei Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) berusia 65 tahun ke atas (47,25%) dan berjenis kelamin perempuan (78,02%). Skor keparahan osteoartritis tertinggi adalah grade 3 (38,46%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga (51,65%), oat antinyeri yang paling direkomendasikan adalah meloxicam (41,76%), dan skor standar survei WOMAC yang diperoleh setelah pengobatan dengan obat adalah “sedang” (73,63%). Standar setelah pengobatan adalah “ringan” (84,62%). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis untuk perbedaan penurunan skor kuesioner WOMAC ditentukan nilai kritis sebesar 0,537 (>0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan efikasi yang signifikan antara terapi obat antinyeri pada pasien penderita osteoartritis di Rumah Sakit Mulia Pajajaran Bogor.

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI RS MULIA PAJAJARAN KOTA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian 378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp. 682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).