2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan
kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau
penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak
penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan
kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri
Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.
Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional
deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist
dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di
ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan
kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu
Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai
dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan
presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti
petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai,
pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak
ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung
jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang
diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi
farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di
Fasyankes tahun 2021.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif progresif, tidak teratur, yang
disebabkan oleh kerusakan biokimia pada tulang rawan artikular (tulang rawan
hialin) lutut.Penyakit ini ditandai dengan degenerasi tulang rawan artikular dan
terbentuknya tulang baru (osteofit) di ujung sendi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Pajajaran
Bogor dan mengetahui perbedaan penurunan skor WOMAC dengan pemberian
obat antinyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Kuesioner dan rekam medis akan digunakan sebagai
bahan evaluasi. Sebanyak 91 responden diwawancarai dengan menggunakan
metodologi survei sumatif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, mayoritas
responden yang mengikuti survei Western Ontario and McMaster Universities
Osteoarthritis Index (WOMAC) berusia 65 tahun ke atas (47,25%) dan berjenis
kelamin perempuan (78,02%). Skor keparahan osteoartritis tertinggi adalah grade
3 (38,46%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga (51,65%), oat
antinyeri yang paling direkomendasikan adalah meloxicam (41,76%), dan skor
standar survei WOMAC yang diperoleh setelah pengobatan dengan obat adalah
“sedang” (73,63%). Standar setelah pengobatan adalah “ringan” (84,62%).
Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis untuk perbedaan penurunan skor kuesioner
WOMAC ditentukan nilai kritis sebesar 0,537 (>0,05) sehingga tidak terdapat
perbedaan efikasi yang signifikan antara terapi obat antinyeri pada pasien penderita
osteoartritis di Rumah Sakit Mulia Pajajaran Bogor.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan
kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada
persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan
rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat
berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks
kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021
serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari
penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total
pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian
378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958,
pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B
total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp.
682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B
sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis
ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B
terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).