Sebanyak 48 item atau buku ditemukan

Formulasi daun uji stabilitas sediaan Lipcream menggunakan bahan pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.)

No. 508 Lipcream termasuk pewarna bibir seiring perkembangan jaman. Kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.) dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarana alami sediaan lipcream dan memiliki stabilitas yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan dimaserasi air mendidih selama 15 menit kemudian dipekatkan dengan alat mikrowave. Sediaan lipcream dibuat dengan formula yang terdiri dari konsentrasi ekstrak kayu secang 0,2%, 0,4% dan 0,6%. Evaluasi fisik yang dilakukan antara lain uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya lekat, uji viskositas, uji daya sebar, uji kesukaan, uji cycling test dan uji mekanik (sentrifugasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lipcream. Sediaan berupa lipcream mempunyai pH sekitaran 4-5, viskositas pada kisaran 16900- 17400 cps, pada uji kesukaan formula dengan 0,6% mempunyai nilai tertinggi, begitupun pada daya lekat, hasil uji cycling test formula dengan ekstrak 0,4% dan 0,6% stabil, pada uji mekanik semua sediaan tidak ada pemisahan fase menandakan sediaan stabil selama 1 tahun penyimpanan suhu kamar.

Uji aktivitas dan stabilitas sediaan gel antibakteri dari air perasn buah jeruk lemon (Citrus Limon L. Osbeck) terhadap AP Propionibacterium Acnes secara in vito

No. 461 Jerawat adalah suatu keadaan pori-pori kulit tersumbat dan infeksi oleh bakteri Propionibacterium acne sehingga menimbulkan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Pada penelitian ini air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) diformulasikan dalam sediaan gel dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% kemudian diuji mutu fisiknya yang meliputi : organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas dengan metode Cycling test. Sediaan gel kemudian diuji aktivitas antibakterinya sebelum dan sesudah uji Cycling test menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian sediaan gel air perasan buah jeruk lemon mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik dan aktivitas antibakteri yang terbaik terdapat pada formula III (50%) sebelum uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,21 mm dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,13 mm. Hasil analisis one way anova dengan uji lanjutan Duncan yang didapatkan yaitu homogen karena nilai signifikasinya sebesar 0,77 (≥0,05). Sedangkan untuk perlakuan dan kelompok yaitu nilai signifikannya sebesar 0,00 (≤0,05 terima HI). Artinya pada setiap konsentrasi air perasan buah jeruk lemon yang dipakai dalam sediaan gel sebelum dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat yang berbeda dan ada hubungan antara aktivitas antibakteri dengan peningkatan konsentrasi air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck).

Aktivitas antioksidan ekstrak KOH dari jamur Phomopsis sp dan Auricular-judae

No. 452 Jamur Phomopsis sp merupakan jamur endofit yang berfungsi sebagai antioksidan dan jamur kuping (Auricularia auricular-judaei) merupakan jamur yang berkhasiat sebagai penangkal racun bahkan sebagai antioksidan. Kedua jamur ini jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae) diketahui mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae). Jamur Phomopsis sp diisolat dari daun sirsak (Annona muricata L.) kemudian diekstraksi menggunakan pelarut KOH 1M diikuti dengan perlakuan menggunakan autoklaf dan presipitasi dengan HCl. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan larutan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Dengan hasil ekstraksi rendemen jamur sebesar 9,857 % dan jamur Phomopsis sp memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 278,4 µg/mL sedangkan jamur Auricularia auriculajudaea adalah IC50 248,9 µg/mL dengan pembanding Epigallocatachin Gallate (EGCG) sebesar 2,4711µg/mL dari kedua jamur memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.

Aktivitas antibakteri ekstrak eraksi n-heksana dan etanol 70% daun handeleum (Graptophyllum pictum) terhadap Staphylococcus aureus

No. 451 Daun handeleum (Graptophyllum pictum) adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak daun handeleum (Graptophyllum pictum) memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut khususnya senyawa tanin dan flavonoid telah diketahui memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksana dan etanol 70% ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5, 25, 50, 100 dan 200 mg/mL dan menggunakan metode dilusi dengan konsentrasi 100, 50, 25, 12,5 6,25, 3,125, 1,56, 0,78, 0,39 dan 0,195 mg/mL. Berdasarkan analisis Kruskal Wallis dengan uji lanjut Nemenyi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada ekstrak fraksi n-heksana dan fraksi etanol 70% dengan taraf α 0,01 dan tingkat kepercayaan 99%. Hasil uji aktivitas antibakteri yang terbaik yaitu pada konsentrasi 200 mg/mL. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,56 mg/mL dan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,125 mg/mL.