Sebanyak 219 item atau buku ditemukan

PENGARUH KOMBINASI PVA DAN HPMC TERHADAP STABILITAS FISIK PADA MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DAN KERSEN (Muntingia calabura L.)

No.762 Daun saga (Abrus precatorius L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Sediaan yang dibuat dalam penelitian ini adalah masker gel peel off ekstrak etanol daun saga (Abrus precatorius L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan variasi konsentrasi PVA dna HPMC. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh dari kombinasi PVA dan HPMC terhadap kestabilan formula masker peel-off selama stabilitas yang dilakukan selama 4 minggu dengan masing-masing suhu. Tiga formula sediaan masker gel peel off yaitu F1 (PVA 10% : HPMC 2%), F2 (PVA 9% : HPMC 3%), dan FIII (PVA 8%: HPMC 4%). Pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan dilakukan dengan metode DPPH. Sedangkan, hasil evaluasi (daya lekat, daya sebar, pH, waktu kering, dan viskositas) penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS Kombinasi HPMC dan PVA memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan waktu mengering. Secara keseluruhan, F III yang memiliki stabilitas paling baik yang dilihat dari hasil uji stabilitas selama 28 hari yang menunjukkan bahwa F III terlah memenuhi persyaratan yang baik.

INDUKSI APOPTOSIS SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUAH BISBUL (Dyospyros discolor Willd.) DAN KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen)

No.761 Kanker payudara adalah suatu kondisi ketika sel kanker terbentuk di jaringan payudara. Dalam kalangan wanita penyakit ini merupakan salah satu kanker yang paling sering menyebabkan kematian. Buah bisbul (Diospyros discolor Willd.) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berpotensi sebagai antikanker seperti flavonoid, tanin, saponin, fenol dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kematian sel dari ekstrak etanol buah bisbul dan kulit jengkol serta kombinasi keduanya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Ekstraksi tumbuhan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk buah bisbul dan pelarut etanol 70% untuk kulit jengkol, kemudian ekstrak dipekatkan dengan rotary vacum evaporator dan waterbath. Pengujian induksi apoptosis dilakukan dengan menggunakan pewarnaan trypan blue. Parameter yang diukur adalah kemampuan sel dalam menyerap warna dan persentase kematian sel akibat apoptosis. Perbandingan kombinasi ekstrak buah bisbul dan kulit jengkol yang digunakan secara berturut- turut 1:1, 1:2 dan 2:1. Perlakuan tunggal dan kombinasi menunjukan aktivitas induksi apoptosis dengan tampak sel mampu menyerap warna dan menyatu dengan permukaan serta persentase kematian sel. Hal ini menunjukan bahwa tunggal dan kombinasi ekstrak buah bisbul dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK SERAI WANGI ( Cymbopogon nardus L)DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis

No.759 Penyakit kulitbiasanya diakibatkan oleh bakteri, jamur, maupun parasit salahsatu diantaranya yakni Staphylococcus epidermidis bakteri gram positif dan merupakan bakteri flora normal kulit dimana menyerang ketika keadaan imunitas idividu melemah. Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri ini antara lain jerawat dimana bakteri inidapat memperparah kondisi jerawat tersebut.Serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan daun sirih hijau (Piper betle L) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan formulasi sediaan gel kombinasi ekstrak serai wangi dan daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis. Serai wangi dan daun sirih hijau dimaserasi dengan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing-masing perbandingan 1:3, 1:5, dan 1:7, kontrol positif uji ekstrak (klindamisin HCL) sedangkan kontrol positif uji sediaan gel (Gel klindamisin 0,1%). Formula sediaan gel kombinasi ekstrak serai wangi dan daun sirih hijau diuji mutu fisik sediaan (organoleptik, daya sebar, pH, viskositas) dan uji aktivitas antibakteri. Dilakukan uji stabilitas dengan metode Cycling test pada sediaan yang memiliki diameter zona hambat terbesar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak dan sediaan gel serai wangi dan daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus epidermis pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terbesar dan termasuk kategori sangat kuat pada ekstrak dan sediaan gel pada perbandingan 1:7 dengan nilai rerata diameter zona bening sebesar 21,12 mm dikategorikan sangat kuat dan 19,85 mm dikategorikan kuat.