Sebanyak 228 item atau buku ditemukan

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RS MEDIKA DRAMAGA

No.772 Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di berbagai organ tubuh yang lainnya. TB paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengetahuan yang baik dan keteraturan kepatuhan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif obeservasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi diambil dari seluruh pasien Tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 72 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis di RS Medika Dramaga dengan nilai signifikansi 0,800

AKTIVITAS INHIBISI FRAKSI n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN AIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PETAI (Parkia Speciosa Hassk) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE

No.765 Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkonversi karbohidrat menjadi glukosa di dalam pencernaan. Inhibisi terhadap aktivitas enzim ini dapat menyebabkan penghambatan absopsi glukosa yang bermanfaat bagi penderita diabetes. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya inhibisi Estrak Etanol 70% daun petai Fraksi n-Heksan, Etil Asetat dan air terhadap Enzim α-glukosidase. Ekstak kental Daun petai dengan pelarut etanol 70% diperoleh dengan metode remaserasi serbuk simplisia daun peati yang di keringkan dengan rotary evapolator dan di fraksinasi menggunakan pelarut n- Heksan, Etil Asetat dan air. Uji inhibisi fraksi ekstrak etanol 70% daun petai terhadap enzim α-glukosidase dilakukan secara in vitro pada masing masing ekstrak Fraksi dengann konsentrasi 1%, 1,5% dan 2%. Hasil dari uji fitokimia pada ketiga fraksi ektrak menunjukan positif mengandung senyawa flavonoid, tanin dan hanya fraksi ekstrak air yang mengandung senyawa saponin. Fraksi ekstrak n-heksan pada konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2% memunyai daya inhibisi 99,89%, 99,15%, 98,24%. Lebih tinggi dari pada daya inhibisi fraksi ekstrak etil asetat 96,84%, 95,97%, 94,89% dan fraksi ekstrak air dengan daya inhibisi paling rendah 91,25% 92,89%, 92,91%. Hasil uji two way ANOVA menunjukan adanya perbedaan pengaruh konsentrasi masing-masing fraksi ekstrak terhadap daya inhibisi enzim α-glukosidase.

SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN EKSTRAK DAUN JOHAR (Senna siamea L.) TERHADAP PENGHAMBATAN SEL KANKER PAYUDARA MCF-7

No.764 Penyakit kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia dan meningkat tiap tahunnya. Daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa yang dapat berperan sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi dari kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun johar terhadap sel kanker payudara MCF-7. Daun sirsak dimaserasi dengan pelarut etanol 70% sedangkan daun johar dengan etanol 96% dan dipekatkan menggunakan Rotary evaporator sehingga didapat ekstrak kental. Pengujian sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT assay dengan parameter nilai Inhibition Concentration (IC50). Pengujian pada ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 47,15 ppm dan 882,87 ppm, sedangkan nilai IC50 kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun johar yaitu perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1 berturut-turut adalah 144,58 ppm, 200,35 ppm dan 89,82 ppm. Sedangkan nilai IC50 Doxorubicin sebagai kontrol positif sebesar 15,77 ppm. Hal ini menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun johar memiliki aktivitas sitotoksik lebih kecil dibandingkan dengan doxorubicin terhadap sel kanker payudara MCF- 7.

SELEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JOHAR (Senna siamea (Lam.) H.S.Irwin & Barneby) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP SEL NORMAL 3T3-NIH

No.763 Penyakit kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian cukup tinggi di dunia. Banyak penelitian melaporkan bahwa beberapa senyawa metabolit sekunder dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker. Daun johar dan daun sirsak diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai antikanker, namun perlu diketahui keamanannya pada sel normal seperti sel fibroblast. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksisitas dari kombinasi ekstrak etanol daun johar dan daun sirsak terhadap sel normal fibroblast tikus 3T3 NIH. Daun johar dimaserasi dalam pelarut etanol 96% sedangkan daun sirsak dimaserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay dengan parameter pengukuran berdasarkan nilai Inhibition Concentration (IC50 ). Perbandingan yang digunakan dalam pengujian ini yaitu 1:1, 1:3 dan 3:1. Diperoleh nilai IC50 dari kombinasi ekstrak secara berturut-turut adalah 229,40 ppm, 708,07 ppm dan 209,22 ppm. Sedangkan nilai IC50 doxorubisin 15,32 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun johar memiliki aktivitas sitotoksik yang sangat lemah dan dikategorikan aman terhadap sel normal fibroblast tikus 3T3 NIH dibandingkan dengan doxorubisin.

PENGARUH KOMBINASI PVA DAN HPMC TERHADAP STABILITAS FISIK PADA MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DAN KERSEN (Muntingia calabura L.)

No.762 Daun saga (Abrus precatorius L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Sediaan yang dibuat dalam penelitian ini adalah masker gel peel off ekstrak etanol daun saga (Abrus precatorius L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan variasi konsentrasi PVA dna HPMC. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh dari kombinasi PVA dan HPMC terhadap kestabilan formula masker peel-off selama stabilitas yang dilakukan selama 4 minggu dengan masing-masing suhu. Tiga formula sediaan masker gel peel off yaitu F1 (PVA 10% : HPMC 2%), F2 (PVA 9% : HPMC 3%), dan FIII (PVA 8%: HPMC 4%). Pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan dilakukan dengan metode DPPH. Sedangkan, hasil evaluasi (daya lekat, daya sebar, pH, waktu kering, dan viskositas) penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS Kombinasi HPMC dan PVA memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan waktu mengering. Secara keseluruhan, F III yang memiliki stabilitas paling baik yang dilihat dari hasil uji stabilitas selama 28 hari yang menunjukkan bahwa F III terlah memenuhi persyaratan yang baik.