Sebanyak 57 item atau buku ditemukan

STABILITAS DAN KADAR TOTAL FENOL SEDIAAN SIRUP TEMU MANGGA (Curcuma mangga Valeton & Zijp)

No. 873 Senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid. Temu mangga (Curcuma mangga Val.) merupakan salah satu rimpang yang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan temu mangga menjadi sediaan sirup dan menentukan stabilitas serta kadar total fenol siruptemumangga.Pembuatanekstrakairtemumanggadilakukandenganmetode dekok menggunakan pelarut air. Stabilitas sediaan sirup yang diuji mengandung ekstrak air temu mangga 10% (F2) dan 20% (F3). Penetapan kadar total fenol dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteau dengan nilai massa ekivalen asam galat per g ekstrak. Hasil pengujian stabilitas pada F2 dan F3 menunjukkan bahwa sirup temu mangga stabil untuk dijadikan suatu produk dilihat dari hasil uji organoleptik, pH, BJ dan viskositas yang sesuai persyaratan. Kadar total fenol F3 lebih tinggi dibandingkan dengan F2 pada setiap waktudansuhu.Padasuhu27Cdimingguke-4,F3menunjukkankadartotalfenol tertinggi yaitu sebesar 761,636mgGAE/L. Kata kunci: Kadar Total Fenol, Sirup, Stabilitas, Temu mangga.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI HEDONIK SEDIAAN SIRUP DARI TEMU MANGGA ( Curcuma mangga Valeton dan Zijp)

No. 872 Temu mangga (Curcuma mangga Valenton dan Zijp) merupakan salah satu jenis tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak dan sediaan sirup temu mangga melalui uji stabilitas dan uji hedonik (uji kesukaan). Temu mangga diekstraksi dengan metode dekok menggunakan pelarut air. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air temu mangga mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, dan fenol. Aktivitas antioksidan ekstrak dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% masing-masing menunjukkan nilai IC50 sebesar 54,446%, 27,485%, dan 22,533%. Berdasarkan nilai IC50 ekstrak, sediaan sirup temu mangga yang dibuat yaitu konsentrasi 10% (F2) dan 20% (F3). Hasil analisis data uji stabilitas selama 4 minggu pada suhu (4°C±2°C), (27°C±2), dan (40°C±2) menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 F2 dan F3 berbeda signifikan (P-Value < 0,05) di setiap minggu dan suhu. Aktivitas antioksidan terbaik pada suhu (4°C±2°C) ditunjukkan dengan nilai IC50 dari F2 dan F3 masing-masing sebesar 9,263% dan 8,846%. Hasil analisis data uji hedonik menunjukkan bahwa F2 lebih disukai daripada F3 berbeda signifikan (P-Value < 0,05) dari parameter rasa, warna, dan tekstur, sedangkan dari parameter aroma menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (P-Value > 0,05). Kata kunci : Aktivitas Antioksidan, Curcuma mangga Valenton and Zijp, DPPH, Uji Hedonik.

KADAR FLAVONOID TOTAL DAN STABILITAS SEDIAAN SIRUP TEMU MANGGA (Curcuma mangga Valeton & Zijp) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

No. 871 Temu mangga merupakan bagian tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat herbal. Temu mangga mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi temu mangga sebagai minuman fungsional ditinjau dari kualitas stabilitas dan total flavonoid yang terkandung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental meliputi pengumpulan sampel, pengolahan sampel, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak dan pembuatan sediaan sirup. Temu mangga kemudian diekstraksi dengan metode dekok menggunakan pelarut air. Penetapan kadar total flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri dengan penambahan pereaksi AlCl3 yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penentuan kadar total flavonoid Ekstrak terbanyak terdapat pada konsentrasi formula 20% sebesar 55,055 mgQE/L eks dan konsentrasi formula 10% sebesar 36,699 mgQE/L eks. Ekstrak air temu mangga tertinggi kemudian diformulasi dengan serbuk kering stevia. Formula minuman temu mangga diuji secara sensoris berupa uji stabilitas dan uji fungsionalitas berupa kandungan kadar total flavonoid. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji Duncan menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap minggu dan suhu. Formula minuman fungsional temu mangga yang memiliki kualitas stabilitas dan kadar flavonoid total tertinggi adalah konsentrasi F2 sebesar 80,729 mgQE/L eks dengan kondisi penyimpanan di suhu ruang (27°C±2°C). Kata kunci: Curcuma mangga Valeton & Zijp, Total Flavonoid, UV-Vis spectrophotometry.

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TEH HERBAL DAUN GAHARU (Gyrinops verstegii (Gilg) Domke,.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

No.172 Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium) merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova. Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.

FORMULASI SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA BAKAR MENCIT (Mus musculus)

No.165 Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV (57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar 57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

No.164 Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

PENGARUH STABILITAS GEL EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops Versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID

No.155 Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar 4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%. Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar. Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang rendah.