Sebanyak 202 item atau buku ditemukan

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DIINSTALASI FARMASI RUMAHSAKITAZRABOGORTAHUN2021

No. 204 Metode SERVQUAL merupakan metode evaluasi terhadap pelayanankefarmasian.Salahsatumetodeevaluasiterhadappelayanan kefarmasian yaitu survei dengan menggunakan kuesioner/angket. PenelittianinibertujuanUntukmengetahuigambarantingkatkepuasan pasienrawatjalanterhadappelayanandiIFRSAzraBogorperiodeJanuari- Maret2021.Teknikanalisis data dalam penelitian inimenggunakan analisis deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisionermenggunakan Google form.Berdasarkan hasil perhitungan analisis CustomerSatisfaction Index didapatkan tingkat kepuasanpasienditerhadappelayanankefarmasiandiApotekRawat Jalan IFRS Azra berdasarkan dimensiReliability (Kehandalan)pada perhitunganCSImendapatkannilaiIndeks79,13dandikategorikanpuas, dimensiResponsiveness(Ketanggapan)mendapatkannilaiCSI76,31dan dikategorikanpuas.Asurance(Jaminan)mendapatkannilaiCSI80,52dan dikategorikansangatpuas.Empaty(Empati)mendapatkannilaiCSI86,19 dandikategorikansangatpuas.Tangibels(BuktiLangsung)mendapatkan nilaiCSI68,64dandikategorikanpuas. KataKunci:KepuasanPasien,KualitasPelayanan,CustomerSatisfaction Index,ImportancePeformanceAnalysis.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ARV PADA PASIEN HIV/AIDS UNIT RAWAT JALAN RSUD CILEUNGSI

No. 203 Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak fungsinya. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV didalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS serta untuk mencegah terjadinya infeksi opportunistik dan kompikasinya. RSUD Cileungsi merupakan salah satu rumah sakit yang mempunyai pasien penderita HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS dalam mengkonsumsi obat ARV di RSUD Cileungsi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yang dirancang secara deskriptif melalui pendekatan cross sectional , dengan pengambilan data primer secara prospektif dengan cara pengumpulan kuesioner dari responden yang menerima terapi obat ARV di RSUD Cileungsi diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian dari total 58 responden yaitu yang paling banyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 39 responden (67%), usia 26-35 tahun sebanyak 34 responden (59%), pendidikan SMA/SMK sebanyak 38 responden (66%), bekerja sebanyak 35 responden (60%), obat ARV yang paling banyak yaitu Tenofovir (TDF) + Lamivudine (3TC) + Efavirenz (EFV) atau disebut juga dengan Fixed Doses Combination (FDC) sebanyak 45 responden (88%), tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 36 responden (62%), tingkat kepatuhan sedang sebanyak 19 responden (33%) dan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 3 responden (5%). Kata kunci : HIV/AIDS, obat ARV, tingkat kepatuhan.

EVALUASI KELENGKAPAN ADMINISTRATIF RESEP DI APOTEK UTAMA CIOMAS BOGOR

No. 202 Pengkajian resep adalah kegiatan yang dilakukan oleh apoteker atau tenaga kefarmasian dalam mengkaji sebuah resep secara administratif, farmasetik dan klinis sebelum dilakukan peracikan. Aspek administratif ini dipilih karena merupakan pengkajian awal pada saat resep dilayani di apotek, pengkajian administratif harus dilakukan karena mencakup seluruh informasi di dalam resep yang terkait dengan kejelasan tulisan obat ,keabsahan resep dan kejelasan informasi yang ada di dalam resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelengkapan administratif resep di Apotek Utama Ciomas Bogor berdasarkan ketentuan kelengkapan administratif resep menurut PMK No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling, didapatkan sebanyak 187 lembar resep. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep pasien di Apotek Utama Ciomas Bogor belum memenuhi semua aspek administratif resep berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif meliputi nama pasien 97,9%, umur pasien 86,1%, jenis kelamin 82,9%, berat badan 1,6%, nama dokter 94,7%, nomor SIP dokter 78,6%, nomor telepon 93%, alamat dokter 98,9%, paraf dokter 19,25% dan tanggal resep 86,6%. Kata Kunci : Resep, Kelengkapan administratif, Apotek Utama Ciomas

KESESUAIAN PERSEDIAAN OBAT PARETO A DENGAN MINIMUM - MAXIMUM STOCK LEVEL DI APOTEK KIMIA FARMA 389 NUSANTARA DEPOK

No.194 Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat 33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item (54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.