Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: omeprazole
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI OMEPRAZOLE DAN RANITIDINE BERDASARKAN WAKTU HILANGNYA GEJALA PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK AL-BAROKAH CIBINONG

2025Koleksi Perpustakaan

Dispepsia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman di wilayah perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia dapat dipicu oleh gaya hidup, konsumsi makanan, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan waktu hilangnya gejala. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan data secara prospektif yang bersumber dari data rekam medis pada 162 pasien yang berobat di Klinik Al- Barokah Cibinong periode November 2023-Januari 2024. Data yang diambil dari hasil penelitian ini yaitu data sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan pekerjaan), obat injeksi dispepsia (injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine), dan waktu hilangnya gejala. Dari hasil penelitian ini penyakit dispepsia terbanyak dialami oleh perempuan 90 pasien (56%), rata-rata usia 26-35 tahun 48 pasien (30%), pekerjaan yaitu Swasta 65 pasien (40%). Gambaran penggunaan obat dispepsia yang terbanyak yaitu menggunakan Injeksi Omeprazole yaitu sebanyak 103 pasien (64%). Waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia yang paling terbanyak yaitu selama 30 menit sebanyak 65 pasien (40%). Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 (<P-Value 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine terhadap waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia di Klinik Al-Barokah Cibinong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT PANTOPRAZOLE DAN OMEPRAZOLE PADA PASIEN DISPEPSIA INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H + /K+ - ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%), dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara penggunaan obat dengan efektivitas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail