Abstrak
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020). Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017 dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%) pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.