BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penyakit infeksi yang menyebabkan kematian salah satunya ialah infeksi yang
disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Apabila sel limfosit
T-helper rusak menyebabkan imun tubuh manusia menjadi lemah. Infeksi
oportunistik (IO) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. IO
dapat menyebabkan kematian lebih dari 90% pasien HIV/AIDS. Tujuan
dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan
terapi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Jiwa dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari – Desember 2023. Metode yang digunakan
observasional yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara
retrospektif. Adapun data yang diteliti diantaranya data sosiodemografi (umur dan
jenis kelamin), data infeksi oportunistik, data pengobatan, dan penatalaksanaan
terapi infeksi oportunistik. Penelitian ini memiliki manfaat untuk lebih mengetahui
kesesuaian terapi obat infeksi oportunistik dari penyakit HIV/AIDS. Hasil
penelitian yang telah dilakukan pada 130 pasien HIV/AIDS rawat inap di Rumah
Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari - Desember 2023 dapat
disimpulkan bahwa pasien HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki 101 pasien (78%)
sedangkan perempuan 29 pasien (22%) semua dalam rentang usia 26-35 tahun.
Terapi obat infeksi oportunistik yang banyak digunakan oleh pasien HIV/AIDS
yaitu antibiotik (56%). Jenis infeksi oportunistik terbanyak adalah Isosporiasis 54
pasien (37,76%), Kandidiasis 50 pasien (34,97%), Toxoplamosis 24 pasien
(16,78%) dan Pneumonia 15 pasien (10,49%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan
atau menurunkan efeknya. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan
menggunakan Antiretroviral (ARV). Umumnya terapi ARV diberikan dalam
bentuk kombinasi obat sehingga dapat menimbulkan potensi interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ARV dan non-ARV,
dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat. Penelitian ini dilakukan
dengan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik periode Oktober -
Desember 2022. Interaksi obat HIV/AIDS dianalisis menggunakan aplikasi
drugs.com , Medscape dan buku Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 96 pasien (72,73%), rentang
usia terbanyak yaitu 36-45 tahun dengan 54 pasien (40,91%), penyakit penyerta
terbanyak adalah TBC dengan 58 pasien (48,74%), penggunaan jumlah obat
terbanyak yaitu 5 jumlah obat sebanyak 49 pasien (37,12%). Obat ARV yang paling
banyak digunakan yaitu Tenofovir 3 in 1 (TDF + 3TC + EFV) 67 pasien (50,76%),
obat non-ARV paling banyak yaitu golongan OAT 182 obat (52,45%). Terdapat
potensi interaksi obat pada 104 pasien (78,79%) dengan kasus terbanyak
lamivudine + Efavirenz 69 kasus. Level keparahan terbanyak moderate 252 kasus
(83,17%) dan mekanisme interaksi terbanyak farmakokinetik 301 kasus (99,34%)