Sebanyak 44 item atau buku ditemukan

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PEPAYA (Carica papaya.Linn) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

No. 592 Tanaman Pepaya merupakan tanaman tropis yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, tanaman pepaya adalah salah satu tanaman berkhasiat sebagai obat tradisional, terutama daun pepaya mengandung alkaloid carpain yang berpotensi sebagai antibakteri. Aktivitas daun pepaya dilakukan dengan menentukan zona daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antibakteri ekstrak daun pepaya menggunakan pelarut etanol 70% dengan konsentrasi 40%, 50%,dan 60%. Proses ekstraksi daun pepaya dengan metode maserasi. Penentuan aktivitas antimikroba berdasarkan zona daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Hasil uji antibakteri ekstrak etanol 70% daun pepaya dengan konsentrasi 40,50, dan 60% berturut-turut diperoleh zona hambat 16,12; 19,71; dan 23,59 mm, sedangkan kontrol positif menggunakan Amoksisilin zona hambatnya sebesar 40mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya yang digunakan maka semakin luas daya hambatnya.

UJI SITOTOKSIK EKSTRAK AIR DAN ETANOL 96% BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

No. 546 Buncis merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dan dimanfaatkan sebagai obat hipolipidemia, hipoglikemia dan diuretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol dan air buah buncis dan menentukan efek sitotoksik terhadap larva udang menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Buah buncis dimaserasi menggunakan etanol 96% dan diinfudasi sampai diperoleh ekstrak. Kemudian, diuji fitokimia dan dibuat deretan konsentrasi 50,100,200,400,800 dan 1000 ppm untuk diuji sitotoksik menggunakan metode BSLT. Hasil dari fitokimia menyatakan bahwa ekstrak etanol 96% mengandung alkaloid, tanin dan steroid, ekstrak air mengandung alkaloid, saponin dan tannin. Aktivitas sitotoksik dari ekstrak etanol 96% diperoleh nilai LC50 sebesar 81,28 ppm dan ektrak air dengan nilai LC50 139,31 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% dan air memiliki efek sitotoksik dengan kategori kuat.

aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 96% daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun sirih merah (piper crocatum Ruiz & Pav.)

No. 540 Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan daun salam dan daun sirih merah serta kombinasinya menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etanol 96% daun salam, sirih merah serta kombinasi ekstrak daun salam dan daun sirih merah 1:1, 1:3, 3:1 dibuat deret konsentrasi 5, 10, 15, 18 dan 20 ppm dilarutkan dengan etanol 96% dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UV-vis pada panjang gelombang 517 nm. Ekstrak tunggal daun salam dan daun sirih merah mempunyai nilai IC50 berturut – turut sebesar 12,20 ppm dan 18,63 ppm sedangkan kombinasi ekstrak etanol 96% daun salam dan daun sirih merah 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai nilai IC50 sebesar 10,00 ppm, 12,88 ppm dan 8,90 ppm. Kesimpulan penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun salam dan sirih merah perbandingan 1:1 dan 3:1 memiliki nilai IC50 lebih baik dari masing – masing ekstrak tunggal.

Uji aktivitas penghamabatan enzim tirosinase serta uji iritasi sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis F)

No. 518 Daun sukun (Artocarpus altilis F) diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas penghambatan enzim tirosinase sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun dan mengetahui efek iritasi pada 10 panelis. Formula sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun dengan konsentrasi 40% dilakukan pengujian penghambatan dengan substrat L-Tirosin dan L-Dopa dan uji iritasi selama 24 jam. Hasil uji aktivitas penghambatan enzim tirosinase menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan tidak memiliki kemampuan penghambatan terhadap melanin yang dilihat dari nilai 〖IC〗_50. Ekstrak etanol 96% daun sukun memiliki nilai 〖IC〗_50 dengan substrat L-tirosin sebesar 4889,467 ppm dan substrat L-Dopa sebesar 6916,626 ppm. Sediaan masker peel-off memiliki nilai 〖IC〗_50 dengan substrat L-tirosin sebesar 12680,48 dan untuk substrat L-Dopa sebesar 33402,96 ppm. Hasil uji iritasi primer tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit seperti edema, maupun eritema.