Sebanyak 97 item atau buku ditemukan

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN METODE ATC/DDD DI PUSKESMAS BEJI DEPOK PERIODE JANUARI-JUNI 2019

No. 649 Prevalensi ISPA yang cukup tinggi di Indonesia mempengaruhi pola penggunaan obat, terutama antibiotik di fasilitas kesehatan. Sekitar 30-80% pasien diresepkan antibiotik dan penggunaannya tidak rasional, Laporan Tahunan Puskesmas Beji tahun 2018 menunjukkan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan, yaitu sekitar 30,97% kasus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Beji dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD).Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Rekam Medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 104 Rekam medis. Hasil analisis bedasarkan sosiodemografi pasien ISPA terbanyak berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia remaja akhir 17-55 tahun. Diagnosa ISPA terbanyak Acute pharyngitis, unspecified. Antibiotik yang digunakan Amoxicillin 500 mg, Ciprofloxacin 500 mg, Cotrimoxsazole 480 mg, Cotrimoxsazole 960 mg, Erythromycin 500 mg, dan Thiamphenicol 500 mg. Penggunaan Obat dinyatakan nilai DDD/1000/pasien yaitu Amoxicillin 500 mg (16,2062); Ciprofloxacin 500 mg (1,1039); Cotrimoxsazole 480 mg (0.460); Cotrimoxsazole 960 mg (0.3683); Erythromycin 500 mg 0,2762); dan Thiamphenicol 500 mg (0,5524). Obat yang menyusun segmen DU90%, yaitu Amoxicillin 500 mg (85.44%) dan Ciprofloxacin 500 mg (5.83%).

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT OMEPRAZOLE DAN LANSOPRAZOLE PADA PASIEN BPJS DISPEPSIA DI RAWAT INAP RS SALAK BOGOR PERIODE JANUARI-DESEMBER 2017

No. 648 Dispepsia merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu gejala atau keluhan berupa rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa cepat kenyang, sendawa, dan perut terasa penuh. Obatobatan yang sering dipakai yaitu Omeprazole dan lansoprazole. Golongan obat ini menghambat sekresi asam lambung pada stadium akhir dari proses sekresi asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dalam penggunaan obat Omeprazole dan Lansoprazole pada pasien dispepsia rawat inap di Rumah Sakit Salak Bogor periode Januari-Desember 2017. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode Cross Sectional terhadap data sekunder dari rekam medis pasien, pengambilan data secara Retrospektif melalui rekam medis dari Januari – Desember 2017. Pencatatan yang dilakukan meliputi karakteristik pasien (Jenis kelamin dan Umur ), data penggunaan obat (Omeprazole dan Lansoprazole) dan efektivitas (sembuh dan tidak sembuh). Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara analisis statistik menggunakan uji Chi Square Lansoprazole lebih efektif dibandingkan dengan Omeprazole dengan p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,048 dan hasil presentase kesembuhan pada pasien yang menggunakan Omeprazole 46,60% dan yang menggunakan Lansoprazole 53,40%.